Ups! Pria di Makassar “Eek Celana” Saat Ditangkap Polisi Setelah Ikut Tawuran
3 min read
Satu dari tiga pemuda yang diamankan personel Polsek Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (1/11/2026). (Foto: Majesty.co.id/Str/Anca)
Majesty.co.id, Makassar – Polisi mengamankan tiga pemuda yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antar kelompok di wilayah Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (1/11/2026) dini hari. Satu di antaranya ketakutan hingga [mohon maaf] buang air besar atau eek di celana.
Pemuda berambut panjang itu diketahui eek celana saat digiring naik ke mobil patroli Polsek Panakkukang.
Ketiga pemuda tersebut diamankan di sejumlah lokasi berbeda. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah senjata tajam berupa busur anak panah lengkap dengan ketapel serta sebilah pisau dapur.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Dani Ardin, mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya keributan yang melibatkan sejumlah kelompok pemuda di wilayah Karuwisi dan Panaikang.
Menindaklanjuti informasi itu, personel Opsnal Reskrim Polsek Panakkukang yang dipimpinnya bersama Panit I Opsnal Reskrim Ipda Muh. Ikbal langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyisiran.
“Personel bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya keributan antarkelompok. Dalam kegiatan tersebut, kami berhasil mengamankan tiga orang pemuda yang diduga terlibat dan menguasai senjata tajam,” ujar Dani kepada Majesty.co.id, Senin (2/11/202).
Penindakan pertama berlangsung sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Panaikang.
Dalam operasi yang turut dibantu Timsus Baracuda, Patmor Polda dan tim patroli Brimob Polda Sulsel, polisi mengamankan seorang pemuda berinisial FN (17).
“Dari tangan remaja tersebut, polisi menyita sebilah pisau dapur yang diakui sebagai miliknya,” ujarnya.
Selanjutnya, sekitar pukul 04.30 Wita, polisi kembali mengamankan seorang pemuda berinisial ASP (24) di Jalan Andi Jalantik, Kelurahan Karuwisi.
Pemuda yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta itu diamankan setelah polisi melakukan penyisiran menyusul laporan keributan di Jalan Abu Bakar Lambogo.
Dari hasil pemeriksaan awal, ASP mengakui kepemilikan satu ketapel atau alat pelontar dan satu anak panah.
“Barang tersebut sebelumnya diselipkan di bagian belakang celananya dan terjatuh saat dirinya dikejar petugas,” tambahnya.
Tidak berselang lama, sekitar pukul 04.33 Wita, polisi kembali mengamankan seorang pria berinisial SY (24) di sekitar Pasar Karuwisi, Jalan Abu Bakar Lambogo.
Dari tangan buruh harian tersebut, polisi menyita tiga batang anak panah busur berbahan besi dan satu ketapel berwarna hitam yang dilengkapi karet pelontar.
Berdasarkan hasil interogasi awal, SY mengakui terlibat langsung dalam keributan antara kelompok Karuwisi dan kelompok Sepakat.
“Ia juga membenarkan bahwa busur dan ketapel yang diamankan merupakan miliknya,” pungkasnya.
Ketiga pemuda beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Dani menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan masing-masing pemuda, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi keributan tersebut.
Penulis: Anca/Str
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
