Mural Kebakaran Hutan di Rock In Celebes 17 Bawa Pesan Selamatkan Orang Utan
3 min read
Mural Kebakaran Hutan sebelum rampung karya komunitas seni Segala Mantra di venue Rock In Celebes, Benteng Rotterdam, Kota Makassar, Minggu (1/11/2026). (Foto: Majesty.co.id/Anca/Str)
Majesty.co.id, Makassar — Festival Rock In Celebes ke-17 di Benteng Rotterdam, Kota Makassar, menjadi ruang penyampaian kritik terhadap persoalan lingkungan. Event ini memang mengusung tema tersebut secara umum.
Di tengah dentuman musik dari sisi kanan panggung utama Rock In Celebes, Komunitas seni Segala Mantra membuat mural bertema kebakaran hutan pada Minggu (1/11/2026).
Mural venue Rock In Celebes tersebut menggambarkan dampak kebakaran hutan terhadap lingkungan, mulai dari kerusakan ekosistem hingga ancaman terhadap keberlangsungan hidup flora dan fauna, khususnya Orang Utan.
Karya itu sekaligus menjadi bentuk kritik dan ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan.
Perwakilan Segala Mantra, Jojo, mengatakan konsep mural tersebut terinspirasi dari kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan dan Papua.
“Jadi ini konsepnya kebakaran hutan yang terjadi di belakangan ini baik di Kalimantan maupun Papua,” ucap Jojo di sela menggambar di Benteng Rotterdam.

Ia menjelaskan, mural tersebut menyoroti kondisi hutan dan ekosistem yang terdampak kebakaran, termasuk satwa serta tumbuhan yang hidup di dalamnya.
“Di sini yang kita highlight itu, vokal poinnya adalah hutannya sendiri yang terdampak satwa-satwa flora dan fauna yang terdampak yang paling terdampak sekaligus kebakaran hutan,” tegasnya.
Menurut Jojo, dampak kebakaran hutan tidak hanya dirasakan oleh lingkungan dan satwa liar.
Asap yang dihasilkan juga dapat menyebar dan mengancam kesehatan masyarakat, terutama melalui gangguan pernapasan.
“Dampaknya itu melebarki seperti asap-asap yang orang bakal kena ispa,” ujar Jojo.
Melalui mural tersebut, Segala Mantra berharap pengunjung Rock In Celebes ikut menyadari ancaman kebakaran hutan yang masih berlangsung.
“Jadi kalau untuk harapannya itu kami setidaknya untuk berbuat kecil untuk mengingatka saja sesama pengunjung supaya wirelessnya itu masih tetap terjaga gitu karena apinya belum padam,” ujarnya.
Jojo menilai upaya penanganan kebakaran hutan tidak boleh berhenti meskipun sejumlah wilayah mulai membaik setelah diguyur hujan.
Ia mendorong perhatian bersama dan kebijakan tegas pemerintah untuk mencegah praktik pembakaran hutan.
“Memang kemarin-kemarin hujan alhamdulillah bisa membaik tetapi ini masih tetap berlanjut jadi harus ki figh juga, haruski dorong pemerintah untuk buat kebijakan-kebijakan tegas untuk para pelaku-pelaku pembakar,” pungkasnya.
Mural dengan medium seluas kurang-lebih 4 meter itu rampung tepat setelah penampilan Dongker di panggung utama Rock In Celebes.
Penulis: Anca/Str
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
