Anak 10 tahun Meninggal Tenggelam di Depan Masjid 99 Kubah CPI Makassar
2 min read
Proses evakuasi anak korban tenggelam di perairan depan Masjid 99 Kubah Kawasan CPI, Kota Makassar, Kamis (2/7/2026). (Foto: Humas BPBD Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Perairan di depan Masjid 99 Kubah Kawasan CPI Kota Makassar menelan korban jiwa pada Kamis (2/7/2026). Korbannya adalah anak 10 tahun yang meninggal dunia tenggelam.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muh. Fadli Tahar, mengatakan korban tenggelam di depan Masjid 99 Kubah CPI bernama Muhammad Afid Al Imran.
Sebelum dilaporkan tenggelam, korban bersama dua saudaranya sedang mandi-mandi di perairan depan Masjid 99 Kubah CPI.
Menurut Fadli, dua saudara Afid juga sempat tenggelam namun berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian itu kepada warga di sekitar Masjid 99 Kubah.
“Ketiganya sempat tenggelam, namun dua saudaranya berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar,” kata Fadli Tahar dalam keterangan tertulis.
Personel BPBD Makassar bersama tim gabungan menemukan Afid dalam kondisi tak bernyawa setelah pencarian selama 1 jam.
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar 10 hingga 15 meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Korban tenggelam tersebut merupakan warga Jalan Kakatua II Nomor 40, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Fadli Tahar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar dan jajaran BPBD Makassar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Fadli Tahar juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi seluruh personel dan unsur gabungan yang bergerak cepat sejak laporan diterima. Kami menyampaikan terima kasih kepada Damkarmat, Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan, relawan, Potensi SAR, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” katanya.
Atas kejadian itu, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan.
Khususnya terhadap anak-anak yang harus berada dalam pengawasan orang tua atau pendamping.
