04/11/2026

Majesty.co.id

News and Value

Tragedi di Tambang PT Masmindo, Personel Polda Sulsel Meninggal Diduga Bunuh Diri

3 min read
Korban bertugas mengamankan tambang emas PT Masmindo Dwi Area. Ditemukan senjata yang diduga digunakan polisi berpangkat Aipda itu.
Ilustrasi. Garis polisi dan area tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Rante Balla, Luwu. (Foto: Majesty.co.id/Canva)

Peringatan: Artikel ini memuat narasi yang mungkin tidak membuat nyaman pembaca. Jika Anda mengalami depresi, silakan hubungi layanan psikiater terdekat.


Majesty.co.id, Luwu – Kabar duka datang dari lokasi tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Seorang polisi yang menjaga konsesi milik PT Indika Energy itu dilaporkan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengonfirmasi tragedi dari tambang emas PT Masmindo.

Korban merupakan anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulsel.

Anggota Polri berpangkat Aipda tersebut ditemukan meninggal dunia di kamp Awak Mas PT Masmindo pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Ia diduga bunuh diri.

Menurut Kombes Didik, sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat meminta izin kepada rekannya tidak mengikuti briefing karena kondisi kesehatan.

“Pada pukul 06.30 WITA, korban meminta izin kepada Aiptu Andi Palaloi untuk tidak mengikuti kegiatan briefing dengan alasan kondisi kesehatan yang kurang baik,” ungkap Didik kepada Majesty.co.id saat dikonfirmasi di Makassar, Rabu (4/11/2026).

Didik menjelaskan, korban ditemukan setelah rekannya kembali dari pos jaga dan hendak menuju kamar mess yang ditempati bersama korban.

Saksi sempat mengetuk pintu kamar, tetapi tidak mendapat respons. Pintu kamar juga terkunci dari dalam.

“Karena korban tidak memberikan respons saat dipanggil, saksi kemudian memanggil Aiptu Sahrul Mubarak untuk bersama-sama melakukan pengecekan,” ungkap Didik.

Kedua anggota Polri tersebut kemudian mendobrak pintu kamar untuk memastikan kondisi korban.

“Selanjutnya, kedua saksi membuka pintu kamar dengan cara mendobrak secara paksa,” ungkapnya.

Setelah pintu terbuka, keduanya menemukan korban sudah bersimbah darah di atas ranjang. Senjata api dinas jenis V2 Sabhara ditemukan di samping korban.

“Dan mendapati korban telah bersimbah darah di atas ranjang, dengan senjata api dinas jenis V2 Sabhara berada di samping korban,” ujarnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Luwu, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api dinas tersebut.

“Berdasarkan hasil olah TKP oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Luwu, ditemukan dugaan korban meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api jenis V2 Sabhara,” jelas Didik.

Korban mengalami luka tembak pada bagian leher. Polisi juga menemukan satu selongsong peluru di lokasi kejadian.

“Karena penolakan dari keluarga untuk tidak dilakukan autopsi, sehingga hanya dilakukan visum luar,” tutup Didik.

Jenazah korban sebelumnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel di Makassar untuk pemeriksaan medis.

Namun, keluarga menolak dilakukan autopsi sehingga pemeriksaan hanya melalui visum luar.


Penulis: Anca/Str

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.