Tagihan Listrik Melonjak Selama Mati Lampu Bergilir, PLN Sulselrabar Klaim Pengaruh Cuaca Panas
3 min read
Ilustrasi. PT PLN melakukan pemadaman listrik bergilir. (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar — Tagihan listrik sejumlah pelanggan PT PLN di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat melonjak drastis.
Hal ini ditengarai pemadaman listrik bergilir atau mati lampu yang dilakukan PT PLN UID Sulselrabar sejak Agustus hingga November 2026.
Keluhan kenaikan tarif listrik pasca bayar itu diunggah sejumlah pengguna media sosial threads. Salah satunya Akun @*lanist*.
Dilihat Majesty.co.id pada Selasa (3/11/2026), akun tersebut @*lanist* membagikan trafik kenaikan tarif kwh. Pada Agustus, tagihannya mulai mengalami kenaikan secara perlahan atau sejak kebijakan mati lampu bergilir.
“Tarif listrik naik drastis sejak pemadaman bergilir mulai rutin, belum lg bbrp barang elektronik rusak. @pln_sulselrabar @plnulppanakkukang @pln_id tanggung jawab nya apa sama pelanggan ?!” tulis akun tersebut pada Senin (2/11/2026).
Dalam grafik tagihan listriknya, kenaikan itu terjadi mulai Agustus dan September.
Pada Oktober 2026, tagihannya melonjak drastis hingga mencapai titik tertinggi dalam 6 bulan terakhir dengan tingkat pemakaian 2.300 kwh.
Akun @*lanist* berharap PLN memberikan penjelasan melonjaknya tagihan listrik selama periode tersebut.
Masih di Threads, pengguna dengan akun @**ndokmunzi* mengungkapkan bahwa pemakaian listriknya meningkat pesat. Itu disertai bukti pemakaian.
“Dengan nada lembut dan sopan. Mohon tanggapan bos bos PLN. Pemakaian listrik normal2 tiba2 melonjak drastis ketika pemadaman bergilir yg rutin. Ini gk ada mekanisme diskon kayak dulu? Pemadaman kan bulan mau kostumer, tapi bebanya dipaksakan harus nurut. Siapa tahu bisa di tindaklanjuti kk ku,” tulis akun tersebut, sembari menandai akun Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan Anggota DPR RI, Ismail Bachtiar.
PLN Sulselrabar “Salahkan” Cuaca
Manajer Komunikasi PLN UID Sulselrabar Niki Rendra A menjelaskan, tagihan listrik dihitung berdasarkan perhitungan penggunaan tenaga listrik dari pelanggan melalui kwh meter. Ia mengklaim cuaca panas memengaruhi penggunaan barang-barang elektronik.
“Kita ketahui bersama bahwa kondisi beberapa waktu ini sedang panas-panasnya sehingga memicu penggunaan peralatan listrik seperti ac dan kipas angin secara terus menerus,” kata Niki kepada Majesty.co.id, Selasa.
Niki menampik tagihan listrik meningkat disebabkan mati lampu bergilir yang dilakukan perusahaan listrik negara tersebut.
“Untuk peningkatan tagihan tidak serta merta di akibatkan oleh kondisi pemadaman. Perlu ada pengecekan secara menyeluruh terkait penggunaan pelanggan,” katanya.
Ditanya apakah faktor cuaca memicu kenaikan tagihan listrik, Niki menjelaskan bahwa hal itu sebagai salah satu pemicu sehingga pelanggan banyak menyalakan fasilitas elektronik seperti pendingin udara.
“Perlu ada pengecekan lebih lanjut. Faktor cuaca panas menjadi salah satu penyebab, untuk pengecekan lebih detail dapat melakukan laporan di PLN Mobile dan cc 123,” jelas Niki.
Soal permintaan pelanggan adanya kompensasi, Niki belum menjawab pertanyaan Majesty.co.id, terkait hal itu hingga berita ini terbit.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
