Syamsu Alam Terpilih Ketua FOKSI Sulsel, Fokus Populerkan Olahraga Kabaddi
2 min read
Foto bersama atlet dan pengurus Kabaddi usai Musorprov luar biasa FOKSI Sulsel di Kota Makassar, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Musyawarah Provinsi Luar Biasa Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Sulawesi Selatan menetapkan Syamsu Alam sebagai ketua baru.
Syamsu Alam ditetapkan dalam Musorprov Luar Biasa FOKSI Sulsel di Hotel Grand Imawan, Kota Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Pria asal Kabupaten Luwu itu terpilih secara aklamasi melanjutkan kepemimpinan Karateker Ketua FOKSI Sulsel, Nukhrawi Nawier.
Usai terpilih, Syamsu Alam menjelaskan bahwa Kabaddi merupakan cabang olahraga yang tidak rumit untuk dimainkan.
Hanya saja, olahraga yang berasal dari India ini belum populer di Indonesia.
“Kabaddi ini sebenarnya kan olahraga yang murah, oleh karena tidak memerlukan perlengkapan khusus seperti cabang olahraga yang lain. Cuma mungkin kita perlu promosikan karena mungkin selama ini itu yang kurang,” kata Syamsu Alam saat diwawancara usai musyawarah.
Kabaddi dimainkan oleh 4 sampai 7 orang dalam lapangan seluas 13×10 meter. Olahraga ini dipertandingkan untuk putra dan putri di level internasional.
Menurut Syamsu Alam, olahraga Kabaddi punya kemiripan dengan permainan tradisional seperti “Asing-Asing” di wilayah Mandar dan “Enggok” dalam masyarakat bugis.
“Memang di daerah-daerah itu ada olahraga yang semacam kabaddi, seperti di Mandar itu ada asing-asing. Mungkin di Bugis kita ada Enggok-enggok. Jadi sebenarnya olahraga ini ya mungkin tinggal bagaimana cara kita mempromosikan,” jelas Syamsu Alam.
Agar olahraga Kabaddi bisa populer, FOKSI Sulsel akan mendorong cabor ini bisa menjadi ekstrakulikuler di sekolah maupun di perguruan tinggi.
Selain itu, Syamsu Alam fokus merampungkan struktur pengurus FOKSI pada tingkat kabupaten-kota di Sulsel demi target mengikuti pra Pekan Olahraga Nasional atau PraPON NTT-NTB.
Saat ini Kabaddi sudah punya pengurus pada 8 daerah di Sulsel, termasuk di Kota Makassar, Jeneponto hingga Palopo.
“Kita upayakan di setiap kabupaten itu minimal tujuh sebagai persyaratan untuk ikut Pra PON itu minimal tujuh cabang, tapi kita usahakan kalau bisa semua kabupaten ada kita bentuk cabang olahraga,” jelas Syamsu Alam
“Insya Allah kita siap untuk itu dengan segala cara mungkin ikut pra-PON dulu dan kita usahakan di 2028 bisa ikut PON,” pungkas Syamsu Alam.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
