IKA Unhas Siapkan Modal Usaha Rp1,5 Miliar, 33 Mahasiswa Presentasikan Ide Bisnis
3 min read
Presentasi bisnis akademi wirausaha yang digagas IKA Unhas di Makassar. (Ist)
Majesty.co.id, Makassar — Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) periode 2026–2030 menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar melalui program Akademi Wirausaha untuk membantu mahasiswa baru merintis dan mengembangkan usaha.
Sebanyak 33 calon peserta mengikuti presentasi rencana bisnis di lantai III AAS Building, Makassar, Jumat (16/10/2026).
Mereka lolos seleksi awal dari 467 mahasiswa baru Unhas angkatan 2026 yang mengikuti sosialisasi program.
Ketua Panitia Pelantikan IKA Unhas, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan seleksi dilakukan untuk menjaring mahasiswa yang memiliki kesungguhan dan gagasan bisnis potensial.
“Setelah kami kurasi, akhirnya tersisa 33 calon peserta. Dan hari ini, kami undang seluruh calon peserta untuk memaparkan rencana bisnis mereka,” kata Ramli.
Menurutnya, IKA Unhas telah menyiapkan anggaran bantuan modal Rp1,5 miliar yang masih berpotensi bertambah melalui partisipasi alumni dan pengurus.
Bantuan tersebut tidak wajib dikembalikan. Namun, mahasiswa yang kelak sukses menjalankan usahanya diharapkan dapat mengembalikan dana secara sukarela agar kembali dimanfaatkan peserta lain.
“Jika dikembalikan, maka dana itu akan kami salurkan kembali kepada mahasiswa Unhas yang ingin berbisnis,” tegasnya.
Ramli memastikan bantuan harus digunakan untuk kebutuhan usaha. Untuk menjaga ketepatan penggunaan dana, pembelian peralatan maupun kebutuhan bisnis peserta akan difasilitasi langsung oleh IKA Unhas.
“Harus untuk berbisnis,” katanya.
Sekretaris Jenderal IKA Unhas, Murtir Jeddawi, menambahkan program ini juga bertujuan membangun kejujuran dan tanggung jawab peserta.
“Kita ingin bantuan modal yang diberikan IKA Unhas betul-betul digunakan untuk berwirausaha. Bukan untuk hal lain,” tegas Prof Murtir.
Kisah Mahasiswa yang Berjuang Melanjutkan Usaha Keluarga
Dalam sesi presentasi, para peserta memaparkan beragam gagasan bisnis, mulai dari makanan dan minuman, sembako, konveksi, pakaian, jasa tata rias, hingga usaha menjahit.
Salah satu peserta, Nur Al May Syahrah Yanwar dari Fakultas Ilmu Budaya, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan usaha kue yang dijalankannya bersama sang ibu setelah ayahnya meninggal dunia.
“Bapak meninggal bulan Maret lalu. Makanya bisnis kue ini saya dan mama yang geluti untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tuturnya dengan suara bergetar.
Peserta lainnya, Putri Salsabila dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, mengajukan pengembangan usaha penjualan sekam padi yang sebelumnya dijalankan kedua orang tuanya.
Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Putri melanjutkan usaha tersebut untuk menopang kebutuhan hidup sekaligus membantu biaya kuliah.
“Kami membeli sekam dari pabrik beras lalu kami jual ke perusahaan peternakan. Sekam digunakan untuk alas kandang,” kata Putri optimistis.
Menurutnya, usaha tersebut menghasilkan margin lebih dari Rp1.000 per karung.
Sementara itu, Reslin Amelia dari Fakultas Ilmu Budaya menawarkan rencana bisnis minuman segar dengan konsep dan cita rasa yang berbeda dari produk sejenis.
Dalam proses penilaian, para peserta mendapat masukan mengenai strategi pemasaran, kebutuhan modal, dan proyeksi keuntungan dari Muhammad Ramli Rahim, Direktur AAS Foundation A Rezky Muliadi, serta Direktur Eksekutif IKA Unhas Salahuddin Alam.
Salahuddin mengingatkan bahwa bantuan modal bukan sekadar dukungan finansial, melainkan sarana membangun kemandirian mahasiswa.
“Untuk adik-adik, pahami bahwa kami ingin kalian belajar berwirausaha pada program ini. Tetapi usaha itu harus dilakukan oleh kalian. Bukan orang lain,” katanya.
Melalui Akademi Wirausaha, IKA Unhas berharap mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan bisnis, menjaga integritas, dan membangun kemandirian ekonomi sejak bangku kuliah.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
