Irwandi Burhan Jadi Plt Ketua Golkar Bone, Patarai Amir di Maros
4 min read
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (tengah) diapit Irwandi Burhan (kedua kiri) dan Andi Patarai Amir (kedua kanan) usai menyerahkan SK Plt Ketua DPD II di Makassar, Jumat (25/9/2026). (Foto: Majesty.co.id/HO)
Majesty.co.id, Makassar — DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menunjuk Irwandi Burhan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Bone dan Andi Patarai Amir sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Maros.
Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengatakan, penunjukan tersebut dilakukan karena ketua sebelumnya mengundurkan diri.
Di Maros, Suhartina Bohari mengundurkan diri dengan alasan ingin beristirahat. Sementara di Bone, Andi Fahsar M. Padjalangi mengundurkan diri setelah mendapat kepercayaan sebagai Ketua Dewan Pengawas Bulog.
“Pak Fahsar diberi kepercayaan oleh negara sebagai Ketua Badan Pengawas Bulog, suatu kesyukuran dan kebanggaan. Sebuah konsekuensi ketika masuk dalam wilayah tersebut maka harus terlepas dari atribut partai,” kata IAS.
IAS mengatakan, Fahsar sebenarnya telah menyampaikan rencana pengunduran diri sejak beberapa waktu lalu. Namun, DPD I Golkar Sulsel menunggu kepastian penugasannya di Bulog sebelum memproses pergantian kepemimpinan di Golkar Bone.
“Memang sebenarnya dari bulan Juli beliau sudah diberi sinyal bahwa akan ada rekrutmen di Pengawas Bulog. Waktu itu saya bilang kita silent saja, jangan sampai kita sudah ambil sikap, tahu-tahu kenyataannya lain yang diputuskan oleh pemerintah,” ujarnya.
Plt Ditugaskan Persiapkan Musda
IAS menegaskan, penunjukan Irwandi dan Patarai bukan untuk menduduki jabatan secara permanen. Masa tugas keduanya akan berakhir setelah Musyawarah Daerah (Musda) digelar dan ketua definitif terpilih.
“Tugas utama yang akan dijalankan oleh Plt ini adalah mempersiapkan pelaksanaan Musda,” kata IAS.
DPD I Golkar Sulsel menargetkan Musda di 24 kabupaten/kota mulai berlangsung pada November hingga Desember 2026. IAS menilai waktu sekitar dua bulan cukup untuk menyelesaikan seluruh tahapan.
DPD I Golkar Sulsel juga telah melakukan penjaringan awal terhadap figur yang berpotensi memimpin Golkar di masing-masing daerah melalui survei dan pemetaan tokoh.
“Sekarang memang mekanisme rekrutmen calon ketua itu kita sudah melakukan survei, melihat tokoh yang muncul di daerah siapa yang kemudian menjadi nanti putusan kita untuk kita rekomendasikan,” ujar IAS.
Meski demikian, IAS mengatakan Musda tetap mengedepankan mekanisme demokrasi internal dan mengharapkan dinamika dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat.
“Partai Golkar tetap mengharapkan dinamika dalam musyawarah daerah itu adalah musyawarah mufakat, tidak dengan kontestasi full seperti dinamika-dinamika yang lain,” katanya.
Segera Plt-kan Ketua DPD II Lain
IAS mengungkapkan, mekanisme Plt tidak hanya diterapkan di Bone dan Maros. DPD I Golkar Sulsel akan membahas kepengurusan DPD II yang masa jabatannya telah berakhir.
“Yang pasti semua di-PLT-kan, semua kepengurusan yang habis akan di-PLT-kan,” kata IAS.
Ia mengatakan, DPD I masih akan membahas mekanismenya, termasuk kemungkinan menunjuk figur baru atau menjadikan ketua lama sebagai Plt.
“Habis semua sekarang. Apakah kita menunjuk orang, ataukah ketua yang lama di-PLT-kan menjadi ketua,” ujarnya.
IAS juga membuka kemungkinan Plt nantinya terpilih sebagai ketua definitif melalui Musda.
“Bisa jadi. Bisa jadi seperti itu. Berpotensi,” kata IAS.
Ia mencontohkan Patarai Amir yang disebut mendapat dukungan dari sebagian kader internal Golkar Maros.
“Memang seperti Amir, sebagian internal meminta beliau, saya kira tidak masalah. Ini bergantung di DPD II, dinamikanya di DPD II. Kita (DPD I) cuma mengatur bagaimana kemudian tidak bias,” ujarnya.
Irwandi dan Patarai Dinilai Pahami Karakter Daerah
IAS menjelaskan, Irwandi Burhan dan Patarai Amir dipilih karena merupakan pengurus DPD I Golkar Sulsel sekaligus memiliki pengalaman politik di daerah masing-masing.
“Berdasarkan aturan organisasi bahwa orang yang di-PLT-kan adalah pengurus DPD I dan Pak Patarai dan Irwandi ini pengurus DPD I,” kata IAS.
Irwandi diketahui pernah menjabat Ketua DPRD Bone dan kini menjadi Wakil Ketua DPRD Bone. Sementara Patarai Amir merupakan mantan Ketua DPRD Maros.
“Kita melihat orang yang paham tentang karakter wilayah. Jangan sampai kita kasih orang yang tidak paham karakter,” ujar IAS.
IAS berharap kedua Plt segera melakukan konsolidasi internal. Namun, ia tidak mendorong perubahan struktur kepengurusan secara besar-besaran karena Musda ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat.
“Kalau memang mau ada perubahan struktur bisa saja. Cuma rasa-rasanya kalau tinggal dua bulan, tidak efektif juga karena kita berharap November sudah pelaksanaan Musda,” katanya.
Perubahan struktur, lanjut IAS, hanya diperlukan jika terdapat pengurus yang sudah tidak aktif.
“Kalau memang ada yang tidak aktif sama sekali, mungkin mau dibuatkan SK baru, kita buatkan SK baru,” ujarnya.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
