Jabatan Berakhir, Nama Baik Tinggal: Catatan untuk Sahabatku Jufri Rahman
5 min read
Jufri Rahman memimpin upacara terakhir sebagai Sekprov Sulsel. (Foto: Istimewa/Majesty.co.id)
Oleh: H. Makmur Idrus
Mantan ASN Pemprov Sulsel
Ada satu cita-cita yang mungkin tersimpan di hati hampir setiap orang yang memilih jalan hidup sebagai pamong praja: bagaimana menjalani karier dengan baik, mencapai puncak pengabdian, lalu mengakhirinya dengan selamat dan terhormat.
Tidak semua perjalanan seorang ASN berjalan lurus.
Ada masa dipercaya memegang jabatan. Ada masa harus bergeser. Ada promosi, mutasi, tantangan, bahkan mungkin kekecewaan. Semuanya adalah bagian dari perjalanan panjang seorang birokrat.
Karena itu, ukuran keberhasilan seorang pamong sebenarnya tidak cukup hanya dilihat dari seberapa tinggi jabatan yang pernah didudukinya.
Yang jauh lebih penting adalah: bagaimana ia sampai di ujung perjalanan.
Drs. H. Jufri Rahman, M.Si. sedang berada pada fase itu.
Setelah perjalanan pengabdian yang panjang, beliau akan mengakhiri masa baktinya sebagai Aparatur Sipil Negara dengan posisi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Bagi seorang pamong yang meniti karier di pemerintahan daerah, posisi Sekretaris Daerah Provinsi merupakan salah satu puncak tertinggi karier birokrasi.
Sekda bukan sekadar pejabat administrasi.
Ia merupakan simpul koordinasi birokrasi daerah.
Di antara kepala daerah dengan perangkat daerah, di antara kebijakan dengan pelaksanaan, serta di antara kepentingan politik pemerintahan dengan profesionalitas aparatur, Sekda berada pada posisi yang membutuhkan pengalaman, ketenangan dan kemampuan membangun komunikasi.
Dari Daerah ke Pusat, Kembali ke Daerah
Perjalanan Jufri Rahman mempunyai warna tersendiri.
Beliau pernah memperoleh kepercayaan menjalankan tugas di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Pernah menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, bahkan dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan.
Pengalaman tersebut tentu memberi perspektif berbeda.
Ia mengenal birokrasi daerah, tetapi juga pernah melihat dari dekat bagaimana kebijakan reformasi birokrasi dirancang di tingkat pusat.
Kemudian perjalanan itu membawanya kembali ke Sulawesi Selatan.
Bukan sekadar kembali sebagai seorang pejabat, tetapi mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Seolah perjalanan panjang itu membentuk sebuah lingkaran yang lengkap: berangkat dari daerah, memperoleh pengalaman di pusat, kemudian kembali untuk mengabdi kepada daerah.
CITA-CITA SEORANG PAMONG
Tetapi ada pelajaran yang lebih penting dari sekadar perjalanan jabatan.
Bagi seorang pamong praja, puncak karier tidak semata-mata ketika namanya tercantum pada papan jabatan tertinggi.
Puncak yang sesungguhnya adalah ketika seseorang dapat mengatakan:
“Saya telah menyelesaikan amanah saya.”
Karena kita semua mengetahui, perjalanan seorang ASN penuh dengan godaan dan risiko.
Semakin tinggi jabatan, semakin besar kewenangan.
Semakin besar kewenangan, semakin besar pula tanggung jawab.
Ada anggaran yang harus dikelola.
Ada keputusan yang harus diambil.
Ada kepentingan yang datang dari berbagai arah.
Ada aturan yang harus ditaati.
Dan terkadang ada keputusan yang hari ini dianggap benar, tetapi beberapa tahun kemudian kembali diperiksa dari sudut pandang yang berbeda.
Karena itu saya sering mengatakan:
menjadi pejabat itu penting, tetapi selamat sampai purna jauh lebih penting.
Apa gunanya mencapai jabatan tertinggi kalau pada akhirnya meninggalkan persoalan?
Apa artinya pangkat tinggi kalau ketika memasuki masa pensiun justru tidak memperoleh ketenangan?
Sebaliknya, betapa indahnya bila seorang ASN menyelesaikan perjalanan panjangnya, menyerahkan kembali jabatan kepada negara, lalu pulang kepada keluarga dengan kepala tegak dan hati tenang.
Jabatan Pasti Berakhir
Ada pelajaran sederhana dalam birokrasi yang terkadang baru benar-benar terasa ketika mendekati masa pensiun:
tidak ada jabatan yang abadi.
Hari ini seseorang dipanggil kepala dinas.
Besok mungkin sekretaris daerah.
Lusa namanya tidak lagi tercantum dalam struktur organisasi.
Yang tertinggal bukan kursinya.
Yang tertinggal adalah nama dan rekam jejaknya.
Apakah ketika namanya disebut orang berkata:
“Beliau pejabat yang baik.”
“Beliau membantu bawahannya.”
“Beliau tidak mempersulit orang.”
“Beliau menjaga amanah.”
Atau justru cerita lain yang diwariskan?
Itulah sebabnya masa purnabakti sebenarnya bukan akhir dari sebuah perjalanan.
Ia adalah saat ketika seluruh perjalanan itu mulai dinilai dengan lebih jernih.
Bukan lagi berdasarkan pangkat.
Bukan berdasarkan fasilitas.
Bukan berdasarkan banyaknya orang yang datang ke ruang kerja.
Tetapi berdasarkan apa yang telah ditinggalkan.
Selamat Sampai Garis Akhir
Jufri Rahman akan segera memasuki masa purnabakti.
Jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang diembannya menjadi penutup perjalanan panjang seorang pamong dalam birokrasi pemerintahan.
Tentu setiap perjalanan manusia tidak pernah sempurna.
Tetapi bagi seorang ASN, dapat berjalan hingga garis akhir pengabdian merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri.
Karena pada akhirnya, cita-cita seorang pamong bukan hanya mencapai puncak karier.
Ada cita-cita yang jauh lebih sederhana tetapi jauh lebih berharga:
mencapai puncak tanpa kehilangan integritas, menjalankan amanah tanpa melupakan diri, dan ketika waktunya tiba, turun dari jabatan dengan selamat dan terhormat.
Selamat memasuki masa purnabakti, H. Jufri Rahman.
Jabatan boleh selesai.
Masa kedinasan boleh berakhir.
Tetapi pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal kata pensiun.
Sebab bagi seorang pamong sejati, puncak karier bukanlah ketika ia berhasil menduduki kursi tertinggi, tetapi ketika ia mampu meninggalkan kursi itu dengan nama baik.
*) Semua isi opini ini di luar tanggungjawab redaksi Majesty.co.id
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
