Mahasiswa: Krisis Energi di Sulsel Karena Bahlil
3 min read
Mahasiswa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa atau GAM membentang spanduk pada demo kelangkaan BBM di Kota Makassar. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Kelangkaan BBM di Sulawesi Selatan (Sulsel) memaksa mahasiswa turun ke jalan memprotes PT Pertamina hingga menyoroti kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
Seperti aksi demo kelangkaan BBM yang digelar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) pada.
Selama dua hari berturut-turut GAM menggelar demo mendesak kelangkaan BBM segera diatasi.
Terbaru mereka menggelar demo di depan kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, serta di Pertigaan Hertasning-Pettarani (PHP), Jumat (11/9/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa membakar ban bekas dan menyandera satu unit mobil tronton.
Mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Sulsel Krisis Energi, Semua Karena Bahlil”.
Di jalan, massa GAM juga membawa dua tuntutan utama: mendesak Pertamina Regional Sulawesi segera mengatasi kelangkaan BBM dan LPG 3 kg di Sulawesi Selatan, serta meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Aksi ini dipicu oleh kondisi masyarakat Sulawesi Selatan yang dalam beberapa waktu terakhir dihadapkan pada kelangkaan BBM dan LPG 3 kg, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan memicu keresahan publik.
Jenderal Lapangan Aksi, Muhammad Irsyad (Respek), menegaskan bahwa krisis pasokan energi ini berdampak langsung pada perputaran roda ekonomi daerah.
“Kelangkaan BBM menghambat mobilitas masyarakat dan berpotensi melambungkan harga barang serta jasa. Sementara kelangkaan LPG 3 kg terpukul langsung ke rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang bergantung pada tabung bersubsidi tersebut,” tegas Irsyad.
Di tempat yang sama, Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, menampik narasi bahwa kelangkaan ini murni disebabkan oleh perilaku konsumsi masyarakat.
Menurutnya, alasan panic buying tidak bisa dijadikan tameng pembenaran atas buruknya tata kelola energi.
“Alasan panic buying tidak serta-merta membenarkan terjadinya kelangkaan meluas dan terganggunya akses publik. Fenomena tersebut seharusnya sudah bisa diantisipasi melalui kesiapan sistem penyediaan pasokan dan komunikasi publik yang efektif,” ujar Fajar.
Atas dasar itu, Fajar menilai kepemimpinan di sektor energi nasional telah gagal menjaga ketahanan pasokan.
“Akibat lemahnya langkah antisipasi dan kebutuhan akan kepemimpinan sektor energi yang benar-benar mampu menjamin ketahanan pasokan nasional, kami menilai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia patut dievaluasi secara serius oleh Presiden,” pungkasnya.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
