Tangani Kekeringan, Wali Kota Makassar Tinjau SPAM dan Siapkan 18 Titik Baru
3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kedua kanan) meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Parangloe, Tallo, Rabu (2/9/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat merespons aduan warga terkait krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, turun langsung meninjau distribusi air bersih serta mengecek fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Tallo hingga Tamalanrea, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan tersebut menyasar sejumlah lokasi padat penduduk, dimulai dari Kelurahan Rappokalling, Jalan Teuku Umar 15, kawasan Rumah Warna-warni Buloa, Kaluku Bodoa, Pannampu, hingga Parangloe di Kecamatan Tamalanrea.
Di sepanjang lorong permukiman, Appi menyaksikan warga yang mengantre membawa galon dan jeriken untuk mendapatkan pasokan air.
Appi menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak hanya berfokus pada penyaluran air darurat melalui BPBD, Damkarmat, dan PDAM, melainkan juga menyasar pembenahan jangka panjang lewat optimalisasi fasilitas SPAM.
“Hari ini kita turun langsung di beberapa titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea melihat SPAM dan distribusi air kepada warga yang membutuhkan,” kata Appi di sela peninjauan.
“Saya ingin memastikan penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air secara darurat, tetapi juga menyentuh ketersediaan infrastruktur air melalui optimalisasi SPAM,” ujar Appi.
Penurunan tekanan air PDAM selama kemarau menjadi salah satu pemicu meningkatnya permintaan pasokan air bersih dari warga.
BPBD Kota Makassar mencatat permohonan distribusi darurat kini telah melonjak hingga menjangkau sekitar 50 titik di berbagai wilayah.
Guna mengatasi hal tersebut, Pemkot Makassar menggenjot pembangunan infrastruktur air bersih. Tahun ini, sebanyak 18 unit SPAM baru disiapkan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Kontrak pengerjaannya tiga bulan dan sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan ke depan, SPAM yang sedang dibangun ini sudah selesai dan bisa digunakan,” kata Appi.
Selain membangun SPAM, Pemkot Makassar bersama tokoh masyarakat setempat juga mengintervensi dampak kekeringan melalui pembuatan sumur bor konvensional yang dilengkapi dengan penampungan air berupa tandon.
Langkah ini dilakukan agar penyaluran air tersebar merata dan tidak menumpuk di satu lokasi saja.
Mengingat musim kemarau yang meluas dan berkepanjangan, Pemkot Makassar telah menetapkan status tanggap darurat serta mengucurkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat penanganan.
“BTT-nya sudah jalan karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat akibat musim kering yang sangat panjang ini,” tegas Appi.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
