10/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

Peternak Ayam Petelur Demo di DPRD Sulsel, Desak Turunkan Harga Pakan

2 min read
Peternak membawa 7 poin tuntutan. Salah satunya adalah mendesak pemerintah mengintervensi harga pakan ayam yang semakin mahal.
Peternak menenteng telur dalam rak untuk dibagikan kepada pengguna jalan saat demo di kantor DPRD Sulsel, Kota Makassar, Senin (10/8/2026). (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar – Pengusaha dan peternak ayam petelur di Sulawesi Selatan menggelar demonstrasi di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (10/8/2026).

Saat demo di DPRD Sulsel, aspirasi peternak diterima Sekretaris Komisi B bidang perekonomian, Zulfikar Limolang bersama sejumlah legislator.

Penanggung Jawab Demo Peternak Rakyat Sulawesi, Basuki Suyuti, mengatakan mereka membawa 7 poin tuntutan. Salah satunya adalah mendesak pemerintah mengintervensi harga pakan ayam.

Ia menyebut, harga pakan ayam petelur sudah sangat mahal di tingkat petani. Harganya mencapai Rp70 sampai Rp75 ribu per satu karung.

“Tuntutan kami pertama adalah turunkan harga pakan, di mana saat ini peternak sudah cukup mencekik dengan kondisi harga pakan.
Yang kedua adalah menjaga stabilitas harga telur di pasaran,” kata Basuki di kantor DPRD Sulsel.

Menurutnya, mahalnya harga pakan membuat peternak harus menanggung atau nombok Rp3 ribu sampai Rp4 ribu untuk satu rak telur.

Peternak Bagikan Telur dan Ayam Potong


Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan ayam ras dan telur secara gratis kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi aksi.

Basuki mengatakan peternak mengambil langkah tersebut sebagai bentuk keprihatinan setelah mengalami kerugian selama sekitar empat bulan.

“Ini sudah masuk bulan keempat di mana peternak berugi. Itu terbukti dari hari ini kita bagi-bagikan ayam ke seluruh masyarakat sebagai arti bahwa kita sudah tidak mampu kasih makan ayam,” ungkapnya.

Ia mengatakan peternak juga membagikan telur karena harga jual yang rendah membuat hasil produksi tidak lagi memberikan keuntungan.

“Kalau hari ini kita serahkan telur ke masyarakat, itu artinya percuma kita jual telurnya, lebih baik kita sedekahkan, pahalanya dapat,” imbuh Basuki.

Para peternak berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi harga telur dan biaya produksi yang mereka hadapi. Mereka menilai kebijakan yang mampu menjaga harga telur di tingkat peternak diperlukan agar usaha peternakan rakyat tetap bertahan.

Selain di kantor DPRD Sulsel, peternak juga demo di kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo. Di sana mereka hanya diterima asisten pemerintah.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.