05/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

Cegah Inflasi, Pemkab Lutim Perkuat Pengendalian Harga Pangan

3 min read
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan, masih menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi di Bumi Batara Guru.
Kolase. Kepala Baperida Luwu Timur, Kamal Rasyid dengan data-data ekonomi Luwu Timur. (Ist)

Majesty.co.id, Luwu Timur – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Kabupaten Luwu Timur pada Juni 2026 mencapai 4,32 persen.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan, masih menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi di Bumi Batara Guru.

Berdasarkan data BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) Luwu Timur pada Juni 2026 berada di angka 113,76.

Selain inflasi tahunan, daerah ini juga mengalami inflasi 0,82 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) dan 3,13 persen secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 5,91 persen atau memberikan andil 2,47 persen terhadap inflasi tahunan.

Sejumlah komoditas seperti tomat, ikan cakalang, bawang merah, minyak goreng, daging ayam ras, hingga tarif air minum PAM tercatat menjadi pemicu utama kenaikan harga.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Baperida) bergerak cepat dengan menjadikan komoditas pangan sebagai fokus utama dalam kebijakan pengendalian inflasi daerah.

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari memperkuat rantai pasok bahan pangan agar distribusi tetap lancar dan terhindar dari praktik penimbunan, mengintensifkan operasi pasar secara berkala, hingga menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program pengendalian harga.

Kepala Baperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, mengatakan pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan data statistik, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Upaya dan program yang dijalankan pemerintah daerah sejatinya sudah dipahami dengan baik oleh publik. Namun, jika pengawasan dan intervensi terhadap objek-objek pemicu inflasi ini tidak dikencangkan, ruang publik dikhawatirkan akan dipenuhi oleh pemberitaan dan opini negatif yang bisa memicu keresahan.

Karena itu, optimisme terhadap pemulihan ekonomi harus terus dijaga melalui aksi nyata,” tegas Kamal, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, intervensi yang tepat sasaran pada sektor pangan diyakini mampu menjaga tren pengendalian inflasi yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan arah yang lebih baik.

Pemerintah daerah pun berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor agar gejolak harga kebutuhan pokok dapat diantisipasi sejak dini.

Sementara itu, BPS juga mencatat beberapa komoditas yang membantu menahan laju inflasi, di antaranya beras, telur ayam ras, semen, bawang putih, terong, gula pasir, dan ikan teri yang mengalami penurunan harga dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan kombinasi penguatan distribusi pangan, operasi pasar, serta pengawasan terhadap komoditas strategis, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga inflasi bergerak menuju level yang lebih ideal dan tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Penulis: Huzein

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.