29/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Diskominfo Makassar turun ke Pulau Edukasi Siswa Bermedia Sosial

3 min read
Kegiatan bertajuk Diskominfo Makassar Goes to School itu digelar di SMP Negeri 42 Bonetambo.
Kepala Diskominfo Makassar Muhammad Roem di sekolah Pulau Bonetampo, Kecamatan Sangkarrang. (Foto: Humas Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperluas edukasi literasi digital hingga ke wilayah kepulauan.

Advertisement
Banner Bapenda Makassar

Kali ini, Diskominfo Makassar menyasar siswa SD dan SMP di Pulau Bonetambo, Kecamatan Sangkarrang, agar mampu memahami, menyaring, dan memanfaatkan teknologi digital secara aman.

Kegiatan bertajuk Diskominfo Makassar Goes to School itu digelar di SMP Negeri 42 Bonetambo pada Selasa (28/7/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Makassar.

Advertisement
Banner DPRD Sulsel

Kepala Diskominfo Kota Makassar, Muhammad Roem, mengatakan program tersebut bertujuan memastikan peningkatan literasi digital juga dirasakan anak-anak yang berada di wilayah kepulauan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Ya, hari Selasa kemarin, kami melaksanakan program Diskominfotik Goes to School di SMP 42 Bonetambo Kepulauan Sangkarrang,” kata Roem, Rabu (29/7/2026).

Melalui program tersebut, Diskominfo memberikan edukasi mengenai literasi digital dan keamanan informasi agar para pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung proses belajar.

“Kami melakukan sosialisasi tentang literasi digital dan keamanan informasi digital bagi siswa SMP dan SD yang ada di Kepulauan Bonetambo,” ujarnya.

Roem menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan perkembangan teknologi digital, tetapi juga membangun pemahaman tentang cara menggunakan teknologi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

“Intinya untuk memberikan peningkatan literasi digital kepada anak-anak kita yang berada di pulau. Terus bagaimana para orang tua, peserta, dan para guru bisa memahami tentang pelaksanaan PP TUNAS,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, Diskominfo Makassar juga memperkenalkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi tersebut bertujuan memastikan anak memperoleh perlindungan saat mengakses berbagai produk, layanan, dan fitur digital.

Menurut Roem, pendekatan yang dilakukan pemerintah bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membangun kesiapan mereka menghadapi berbagai risiko di ruang digital.

“Jadi, bukan melarang penggunaan teknologi, tapi yang sedang kita bangun adalah kesiapan anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, internet kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak, mulai dari belajar, berkomunikasi, hingga mencari informasi. Karena itu, anak perlu dibekali kemampuan mengenali manfaat sekaligus risiko penggunaan teknologi.

Melalui literasi digital, siswa diajak memahami cara menjaga keamanan data pribadi, bersikap bijak saat menerima informasi, serta mengenali potensi ancaman di ruang digital.

“Sehingga kami berharap dalam kegiatan ini peningkatan literasi digital di kepulauan, khusus anak-anak siswa pelajar yang ada di pulau itu semakin meningkat,” tutur Roem.

Orang Tua dan Guru Berperan Penting

Roem menilai keberhasilan perlindungan anak di ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif sekolah, guru, dan orang tua.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kebiasaan anak dalam menggunakan perangkat digital. Karena itu, orang tua perlu memahami PP TUNAS agar mampu mendampingi anak menggunakan teknologi secara sehat.

Pendampingan, kata dia, jauh lebih penting dibanding sekadar melarang penggunaan gawai. Anak perlu memahami alasan di balik setiap aturan sehingga mampu membangun kesadaran dalam menggunakan teknologi.

“Artinya, ketika berada di ruang digital, anak tidak semata-mata patuh karena diawasi, tetapi memahami bahwa keselamatan, privasi, kesehatan mental, etika, dan masa depannya juga perlu dijaga,” saran Roem.

Roem menegaskan, pelaksanaan Diskominfo Makassar Goes to School di Pulau Bonetambo menjadi bukti bahwa transformasi digital Kota Makassar harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan pesisir dan kepulauan.

Menurutnya, anak-anak di pulau memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan digital seperti siswa di wilayah daratan.

“Kehadiran kami Diskominfo di sekolah kepulauan sekaligus menjadi pesan bahwa agenda transformasi digital Kota Makassar harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan,” harapnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.