29/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

DPR Desak Operasi Khusus Bebaskan 4 WNI Disandera Perompak Somalia

3 min read
Kapten Ashari bersama kru kapal MT Honour 25 telah berada dalam penyanderaan perompak Somalia selama sekitar tiga bulan.
Tangkapan layar. Kondisi 4 WNI bersama ABK Kapal MT Honour 25 yang disandera perompak di Somalia. (Foto: Threads/shantyshanaya)

Majesty.co.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR, Syamsu Rizal MI, mendesak pemerintah segera membentuk satuan tugas (task force) lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pembebasan Kapten Ashari Samadikun, nahkoda kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang hingga kini masih disandera kelompok perompak di perairan Somalia.

Advertisement
Banner Bapenda Makassar

Kapten Ashari bersama kru kapal MT Honour 25 telah berada dalam penyanderaan perompak Somalia selama sekitar tiga bulan.

Kondisi tersebut dinilai memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi dari pemerintah agar keselamatan para sandera segera dipastikan.

Advertisement
Banner DPRD Sulsel

Politikus yang akrab disapa Deng Ical itu menilai pembentukan satgas menjadi langkah strategis untuk menyatukan koordinasi berbagai instansi, mulai dari TNI, Kementerian Luar Negeri, hingga perwakilan Indonesia di luar negeri.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Setiap hari yang berlalu meningkatkan risiko bagi keselamatan para sandera. Pemerintah harus segera membentuk satuan tugas khusus yang bekerja secara terpadu agar proses pembebasan bisa dipercepat,” kata Deng Ical, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I itu menegaskan negara memiliki kewajiban melindungi seluruh warga negara Indonesia, termasuk mereka yang berada di luar negeri dan menghadapi situasi darurat.

Ia menekankan keselamatan empat WNI yang masih disandera harus menjadi prioritas pemerintah.

Selain empat WNI, terdapat 15 warga negara asing yang hingga kini belum berhasil dibebaskan.

Deng Ical mengungkapkan persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat bersama Panglima TNI, Kementerian Luar Negeri, serta sejumlah instansi terkait.

Ia berharap seluruh unsur pemerintah bergerak dalam satu komando sehingga proses penyelamatan dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, ia meminta TNI mengoptimalkan seluruh instrumen pertahanan yang dimiliki, termasuk memaksimalkan peran atase pertahanan Indonesia di luar negeri untuk mendukung diplomasi, pertukaran informasi intelijen, serta penyusunan langkah strategis dalam proses pembebasan sandera.

Menurutnya, upaya penyelamatan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah lokasi penyanderaan yang terus berpindah sehingga menyulitkan proses pelacakan.

Di sisi lain, nilai tebusan yang diminta kelompok perompak juga terus berubah. Awalnya 2 juta dolar AS, tapi bertambah jadi 10 juta.

“Awalnya informasi yang beredar menyebutkan permintaan tebusan sebesar dua juta dolar AS. Angka itu kemudian disebut meningkat menjadi lima juta dolar AS, bahkan kabar terakhir mencapai 10 juta dolar AS. Semua informasi ini harus dipastikan kebenarannya agar pemerintah mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat,” ujarnya.

Dalam rapat bersama Kementerian Luar Negeri dan TNI, Deng Ical juga memperlihatkan video kondisi Kapten Ashari yang diterimanya dari sang ayah, Syamsuddin Dg Ngawing.

Rekaman tersebut memperlihatkan Ashari tetap menjalankan ibadah di tengah penyanderaan serta harus menyaring air minum yang keruh menggunakan botol air mineral.

Menurut Deng Ical, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata beratnya situasi yang dialami para sandera sekaligus menjadi alasan kuat agar pemerintah segera mengambil langkah yang lebih cepat.

Ia juga mengungkapkan perusahaan pemilik MT Honour 25 memiliki keterbatasan finansial sehingga belum mampu memenuhi tuntutan tebusan dari kelompok perompak.

“Karena kemampuan perusahaan terbatas, negara harus mengambil peran yang lebih besar. Jangan sampai proses pembebasan berlarut-larut, sementara keselamatan para WNI terus berada dalam ancaman,” tandas Deng Ical.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.