Sekda Makassar Andalkan Urban Framing-Koperasi Merah Putih untuk Lomba Kelurahan Tingkat Sulsel
3 min read
Sekda Makassar Andi Zulkifly memantau persiapan lomba kelurahan di Gunung Sari, Jumat (24/7/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, meninjau langsung kesiapan Kelurahan Gunung Sari menjelang penilaian Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Pemantauan Sekda difokuskan pada berbagai indikator penilaian, mulai dari ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, UMKM, hingga aktivitas Koperasi Merah Putih.
Pemantauan dilakukan di sejumlah titik penilaian di Kelurahan Gunung Sari, Jumat (24/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Andi Zulkifly didampingi Asisten III Pemerintah Kota Makassar, Firman Pagarra, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekda meninjau berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian lomba, di antaranya ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, ketahanan ekonomi melalui UMKM, bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga keberadaan Koperasi Merah Putih.
Menurut Andi Zulkifly, seluruh elemen masyarakat dilibatkan dalam mempersiapkan lomba, mulai dari organisasi kepemudaan, ketua RT/RW, pengurus koperasi, hingga kelompok masyarakat yang mengelola program pemberdayaan.
“Hari ini kami melakukan pemantauan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian pada hari Senin. Tema lomba kali ini mencakup ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi melalui UMKM. Di Kelurahan Gunung Sari kami melihat berbagai titik penilaian, mulai dari pemberdayaan masyarakat, bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga Koperasi Merah Putih,” ujar Andi Zulkifly.
Mantan Lurah Lakkang itu menilai persiapan Kelurahan Gunung Sari telah berjalan dengan baik.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus ialah keberlangsungan aktivitas Koperasi Merah Putih yang menjadi indikator utama dalam penilaian.
Menurutnya, koperasi tidak hanya harus memiliki kepengurusan yang lengkap, tetapi juga menjalankan kegiatan usaha secara aktif.
“Koperasi Merah Putih menjadi salah satu indikator utama penilaian. Karena itu, saya meminta pada hari penilaian nanti koperasi benar-benar menunjukkan aktivitasnya.
Di Gunung Sari, Alhamdulillah, kepengurusannya lengkap, aktivitasnya berjalan, dan core business-nya jelas, seperti penjualan beras, gas LPG 3 kilogram, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya,” katanya.
Selain koperasi, tim juga mengevaluasi kebersihan lingkungan, penghijauan, sistem pemilahan sampah, serta pengelolaan bank sampah yang melibatkan masyarakat.
Meski secara umum persiapan dinilai baik, Andi Zulkifly mengatakan masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan sebelum tim penilai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan penilaian.
“Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama meningkatkan aktivitas bank sampah dan memperbanyak partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Aktivitas masyarakat dalam pengelolaan sampah harus semakin terlihat karena itu juga menjadi bagian penting dari penilaian,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh kekurangan dapat segera diselesaikan sehingga Kelurahan Gunung Sari mampu memberikan penampilan terbaik.
“Alhamdulillah, hasil pemantauan hari ini cukup baik. Mudah-mudahan seluruh kekurangan bisa segera disempurnakan sehingga pada penilaian hari Senin nanti Kota Makassar dapat memberikan hasil terbaik dan mewakili Sulawesi Selatan pada tingkat nasional,” tutup Andi Zulkifly.
