Appi dan Pejabat Uni Eropa Bahas Peluang Investasi di Makassar
4 min read
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi (kiri) dan pejabat Uni Eropa, Antoine Ripoll di Balai Kota Makassar. (Foto: Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menerima kunjungan Antoine Ripoll, Minister Counsellor for Parliamentary and Civil Society Relations pada Delegation of the European Union to ASEAN.
Pertemuan Appi dan pejabat Uni Eropa digelar di ruang kerja Wali Kota Makassar, Balai Kota Makassar, Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut jadi momentum membuka peluang kerja sama antara Uni Eropa dengan Kota Makassar, khususnya di bidang investasi, pendidikan, pembangunan berkelanjutan, hingga penguatan hubungan antarlembaga.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Antoine Ripoll yang memimpin rombongan menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat Kota Makassar dan transformasi yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
“Sebuah kehormatan bagi saya bisa berada di sini. Ini adalah langkah yang sangat luar biasa. Saya melihat perubahan besar yang terjadi dalam 30 tahun terakhir. Kerja yang sangat baik dan terima kasih atas sambutan yang diberikan hari ini,” ujar Antoine Ripoll.
Antonie merupakan pejabat Uni Eropa yang bertugas membangun hubungan dengan parlemen dan masyarakat sipil di kawasan ASEAN.
Menurutnya, hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik dan terus berkembang di berbagai sektor.
Antoine juga menyampaikan eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Ditandai dengan intensitas pertemuan antara kedua kepala negara serta peningkatan kerja sama di bidang pertahanan dan investasi.
Dalam kunjungannya ke Makassar, Antoine dijadwalkan memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin terkait diplomasi parlemen atau parliamentary diplomacy.
Dia menilai peran parlemen di era modern semakin penting dalam mendukung diplomasi antarnegara.
Lanjut dia, ketika jalur diplomasi tradisional menghadapi tantangan dalam mencapai kesepakatan, anggota parlemen dapat membantu menjembatani dialog dan menemukan solusi.
“Karena itu diplomasi parlemen kini semakin relevan,” jelasnya.
Salah satu isu strategis yang menjadi pembahasan antara Uni Eropa dan Indonesia saat ini adalah penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa.
Menurut Antoine, setelah melalui proses negosiasi yang panjang selama bertahun-tahun, perjanjian tersebut kini telah memasuki tahap akhir dan diharapkan dapat segera diratifikasi oleh parlemen kedua belah pihak.
“Harapan kami tahun depan Parlemen Indonesia dan Parlemen Uni Eropa dapat meratifikasi CEPA,” harapnya.
“Jika itu terwujud, maka akan membuka peluang investasi yang lebih besar, menciptakan lapangan kerja baru, termasuk bagi kota-kota seperti Makassar,” lanjutnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kunjungan Antoine Ripoll dan rombongan.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi peluang strategis bagi Kota Makassar untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dengan Uni Eropa.
Munafri menegaskan bahwa Makassar sebagai gerbang utama Indonesia Timur terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong investasi.
“Ini penting, pengembangan sumber daya manusia, inovasi perkotaan, hingga pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Munafri juga mengapresiasi perhatian Uni Eropa terhadap perkembangan Makassar dan kawasan Indonesia Timur.
Appi menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi daerah.
“Terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada Kota Makassar. Kami sangat terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi yang dapat mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Munafri.
Pada kesempatan tersebut, Munafri turut berbagi pandangannya mengenai potensi sektor pariwisata Indonesia yang dinilai dapat berkembang pesat melalui pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dia juga menyambut baik diskusi mengenai pengalaman sejumlah negara Eropa dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan, Kota Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia.
“Karena itu, pemerintah kota terus berupaya membangun kemitraan global yang dapat mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah,” tukasnya. (*)
