25/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Jangan Biarkan Gowa Terpecah: Tokoh Adat-Masyarakat Serukan Kedamaian

3 min read
Tokoh adat Gowa, Andi Bau Malik Barammamase, mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan kelompok tertentu.
Sejumlah tokoh masyarakat berkumpul membahas dinamika sosial-politik di Kabupaten Gowa. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Gowa — Seruan menjaga persatuan dan kedamaian kembali digaungkan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Gowa di tengah berbagai polemik yang berkembang belakangan ini.

Tokoh adat Gowa, Andi Bau Malik Barammamase, mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan kelompok tertentu yang berpotensi memecah belah persatuan warga Butta Gowa.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat berdiskusi bersama para tokoh masyarakat dan pemerhati adat di salah satu warung kopi di kawasan Sungguminasa.

Menurut Andi Bau Malik, masyarakat Gowa harus tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan budaya “A’bulo Sibatangki” yang selama ini menjadi simbol persatuan masyarakat Gowa di tengah berbagai dinamika sosial maupun politik.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Gowa sebagai daerah bersejarah dan beradat memiliki nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga. Jangan sampai perbedaan pandangan atau persoalan yang berkembang justru merusak persaudaraan sesama warga. Kita semua ingin Gowa tetap aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Ia mengakui, kondisi sosial dan pemerintahan di Kabupaten Gowa saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, mulai dari isu moralitas hingga polemik kebijakan di sektor pendidikan.

Meski demikian, ia meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, aktivis, hingga warga biasa untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif serta menghormati proses yang sedang berlangsung di DPRD Kabupaten Gowa.

“Saya memahami kondisi pemerintahan Butta Gowa saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun apa pun persoalannya, mari kita tetap menjaga persatuan sesama masyarakat Gowa dan menghormati proses hukum maupun mekanisme yang berjalan,” tegasnya.

Ia kemudian menutup pernyataannya dengan seruan persatuan khas masyarakat Gowa.

“Gowanu-Gowaku, Ewako,” tutupnya.

Senada dengan hal tersebut, tokoh masyarakat dataran tinggi Gowa, Daeng Liwang, juga meminta masyarakat agar tidak memperkeruh suasana dengan saling menyerang di ruang publik maupun media sosial.

Menurutnya, masyarakat Gowa dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, siri’ na pacce, serta budaya saling menghormati.

Karena itu, ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyerahkan persoalan kepada mekanisme hukum serta lembaga yang berwenang.

“Butta Gowa ini punya sejarah panjang dan adat yang besar. Jangan sampai karena perbedaan kepentingan, kita saling menjatuhkan dan merusak marwah daerah sendiri,” ujar Daeng Liwang.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap fokus menjaga stabilitas sosial demi keberlangsungan pembangunan dan masa depan generasi muda di Kabupaten Gowa.

“Kalau masyarakat terus diadu dan suasana dibuat gaduh, yang rugi adalah rakyat sendiri. Mari kita rawat persatuan, hormati proses yang berjalan, dan tetap menjaga nama baik Gowa sebagai daerah yang beradat dan bermartabat,” tambahnya. (*)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.