16/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Ramai Poster Penolakan, Sutradara Film Pesta Babi Tetap ke Makassar, Netizen Siap Sambut

3 min read
Poster digital menolak Dandhy Laksono di Makassar juga diunggah akun Instagram Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Zainal Arifin Mochtar.
Kolase. Dandhy Dwi Laksono dan poster penolakannya datang di Kota Makassar. (Foto: Instagram/idbaruid)

Majesty.co.id, Makassar – Sutradara Film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono ditolak datang di Kota Makassar. Setidaknya begitu narasi poster digital yang beredar dalam obrolan WhatsApp Grup.

Film Pesta Babi memang ramai dibahas karena beberapa acara nonton bareng dilarang hingga dibubarkan aparat. Film dokumenter investigatif ini digarap Dandhy Laksono bersama Antropolog, Cypri Jehan Paju Dale.

Advertisement
Berita DPRD Sulsel

Poster digital itu beredar menampilkan wajah Dandhy Laksono dengan kalimat “Masyarakat Makassar Menolak Kedatangan Dandhy Dwi Laksono”.

Dandhy Laksono dijadwalkan hadir di Makassar untuk acara Makassar International Writers Festival atau MIWF 2026 yang digelar di Benteng Rotterdam.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Poster digital menolak Dandhy Laksono di Makassar juga diunggah akun Instagram Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Zainal Arifin Mochtar.

Uceng, sapaan pria kelahiran Makassar itu mengaku terkejut adanya poster digital menolak Dandhy Laksono dan Film Pesta Babi.

Uceng tidak percaya jika Kota Makassar, yang dikenal memiliki rekam jejak intelektual dan keberanian yang tinggi, justru menunjukkan sikap antipati terhadap sebuah karya dokumenter.

“Melihat ini dikirimkan oleh seorang teman, saya nyaris nda percaya. Kok bisa? Anak-anak di Kota Makassar, dari suku Bugis maupun Makassar takut dengan film?” tulis Uceng di Instagram @zainalarifinmochtar, Jumat (15/5/2026).

Uceng menegaskan bahwa karakter asli masyarakat Sulawesi Selatan tidak mencerminkan ketakutan terhadap ruang diskusi.

“Takut dengan film kayaknya bukan mereka. Saya yakin kota Makassar tak sejumud itu. ‘Kupare’ngkeng ri boko, kupada’ngkeng ri munri’ adalah pegangan keberanian untuk teguh pada kebenaran. Tentu, tak ada alasan takut pada film,” tegasnya.

Siap Datang, Disambut Hangat Netizen


Menanggapi gelombang penolakan dan perbincangan hangat di Kota Daeng, Dandhy Laksono selaku sutradara memberikan respons yang santai namun tegas.

Jurnalis senior memastikan bahwa adanya poster penolakan tersebut tidak akan membatalkan agendanya untuk menyapa masyarakat dan menggelar diskusi di Makassar dalam waktu dekat.

“Saya tetap akan datang ke Makassar,” kata Dandhy mengomentari unggahan Zainal Arifin Mochtar.

Hingga Jumat malam pukul 19:00 WITA, unggahan Zainal Arifin Mochtar soal Dandhy sudah di-repost 929 akun dan disukai 17 ribu lebih pengguna Instagram.

Tak sedikit netizen justru menunggu kedatangan Dandhy Laksono di Makassar. Di kolom komentar unggahan, beragam pesan menyambut bekas jurnalis televisi nasional itu.

“Kami akan menjadi tuan rumah yang baik.. Menolai tamu yang membawa pencerahan adalah bukan budaya orang Makassar.. PBH Peradi Makassar siap menyambut abang,” tulis akun Instagram @pbhperadimakassar sembari menandai akun Dandhy Laksono.

Sebaliknya, netizen menyoroti poster tersebut sebagai seruan provokasi karena dibuat tanpa mencantumkan pihak yang menolak.

Untuk diketahui, Film Pesta Babi memotret perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan yang menghadapi ancaman ekspansi proyek strategis nasional di sektor pangan dan energi, yang berpotensi mengubah sekitar 2,5 juta hektar hutan menjadi perkebunan industri.

Sebelum dinamika ini muncul di Makassar, agenda nonton bareng (nobar) film tersebut dilaporkan telah dibubarkan paksa oleh sejumlah pihak di beberapa daerah, termasuk di Ternate, Maluku Utara, dan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.