10/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Syahar Blak-Blakan Strategi Petani Sidrap Bisa Panen 3 Kali Setahun

2 min read
Bupati Syahar tidak hanya memberikan arahan secara teoritis, tetapi juga turun langsung ke sawah.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar pada sidak pertanian di Majjeling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Humas Sidrap)

Majesty.co.id, Sidrap – Bupati Kabupaten Sidrap, Sulsel, Syaharuddin Alrif alias membeberkan strategi modern untuk mendongkrak produktivitas pertanian di Bumi Nene Mallomo hingga mampu menembus angka 10 ton per hektare.

Dalam kegiatan sidak sekaligus praktik tanam di Kelurahan Majjeling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (9/5/2026), Syahar menekankan pentingnya sinergi antara mekanisasi mesin dengan teknologi perlindungan tanaman yang tepat.

Advertisement
Berita DPRD Sulsel

Syahar menegaskan bahwa era bertani secara tradisional harus segera bertransformasi menuju sistem yang lebih efisien untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan herbisida Pirazo produksi PT Excel Meg Indo, yang dinilai krusial dalam menjaga nutrisi tanaman dari gangguan gulma sejak dini.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Hari ini kita praktikkan sekaligus luncurkan Pirazo. Kalau ada teknologi baru seperti ini, petani harus dengar dan praktikkan! Ini soal efisiensi waktu dan tenaga,” tegas Syahar di hadapan ratusan petani dan penyuluh.

Menurutnya, penggunaan teknologi perlindungan tanaman sangat menentukan efektivitas pemupukan.

Tanpa gangguan rumput liar, nutrisi pupuk dapat terserap sempurna oleh bibit padi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.

Syahar mendorong para petani untuk mulai mengombinasikan penggunaan rice transplanter (mesin tanam) dengan input teknologi pendukung lainnya.

“Dengan kombinasi teknologi mesin dan perlindungan tanaman yang pas, saya optimistis produktivitas lahan di Sidrap bisa mencapai 10 ton ke atas per hektare,” tambahnya.

Optimisme tersebut juga didukung oleh kondisi harga gabah di tingkat petani yang saat ini cukup stabil di angka Rp7.300 per kilogram.

Perwakilan PT Excel Meg Indo, Ode Khalik, menyatakan bahwa kehadiran teknologi herbisida terbaru ini memang dirancang untuk menjawab keresahan petani di Sulawesi Selatan terhadap gulma endemik yang sulit dikendalikan.

“Pirazo dirancang untuk mengendalikan gulma berdaun lebar hingga teki-tekian, baik untuk metode tabela maupun tanam pindah. Kami tidak hanya menjual produk, tapi akan terus mendampingi petani agar hasil panennya maksimal,” ungkap Ode Khalik.

Di lokasi, Bupati Syahar tidak hanya memberikan arahan secara teoritis, tetapi juga turun langsung ke sawah untuk mengoperasikan mesin tanam padi bersama jajaran pejabat daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Ibrahim, Kepala Dinas Dagrin Fajrin Salman, Camat Maritengngae Firman, serta Ketua KTNA Sidrap Abdul Samad.

Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Sidrap sebagai lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan melalui integrasi mekanisasi dan inovasi teknologi pertanian terbaru.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.