Musda Golkar Sulsel: Appi temui Bahlil Lahadalia
2 min read
Arsip. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kanan) saat bertemu Munafri Arifuddin di sela kegiatan HIPMI di Kota Makassar. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi dikabarkan mendapat panggilan khusus dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di Jakarta.
Appi menemui Bahlil di tengah fase dinamika menjelang Musda Partai Golkar Sulsel yang salah satu agendanya adalah memilih ketua DPD I.
Kabar Appi bertemu Bahlil dibenarkan oleh Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara.
Menurutnya, pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said bersama Wakil Ketua Umum DPP Golkar Idrus Marham.
“Betul. Pak Appi sekarang di Jakarta. Beliau dipanggil oleh DPP Golkar,” ujar Victor saat merespons isu pertemuan tersebut, Minggu (3/5/2026).
Victor mengungkapkan bahwa mayoritas pimpinan daerah di tingkat kabupaten/kota telah merapatkan barisan untuk mendukung Munafri Arifuddin.
Saat ini, setidaknya 21 Ketua DPD II telah menyatakan komitmen tertulis, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah.
“21 bahkan bisa bertambah jadi 22. Karena kenapa saya bilang bisa bertambah? Karena sudah ada sounding dari satu ini, tapi saya tidak mau bilang siapa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Victor menegaskan bahwa soliditas dukungan tersebut tidak akan goyah kecuali terdapat instruksi khusus dari pucuk pimpinan partai di Jakarta.
Sebagai kader, ia menekankan pentingnya komitmen dalam menjaga stabilitas organisasi menjelang Musda yang direncanakan digelar pada Mei ini.
“Dan saya orang yang berkomitmen. Kalau sudah memberikan dukungan, tidak akan berubah, kecuali ada diskresi dari Ketua Umum,” tegas Victor.
Di sisi lain, Muhidin memastikan kesiapan perangkat organisasi untuk menyelenggarakan Musda, meski kepastian jadwal tetap berada di tangan Ketua Umum.
Sulawesi Selatan sendiri diproyeksikan menjadi provinsi penutup rangkaian Musda Golkar di seluruh Indonesia. Muhidin menilai tingginya tensi politik di Sulsel sebagai tanda antusiasme kader terhadap partai.
Menurut Muhidin, dinamika yang tinggi di Sulawesi Selatan memerlukan waktu lebih panjang untuk memastikan seluruh konsolidasi internal rampung dengan baik.
Ia berharap setelah seluruh proses ini selesai, seluruh kader dapat kembali dalam satu komando.
“Memang punya dinamika tinggi. Itu bagus, artinya orang mencintai partai. Tinggal bagaimana kita satukan supaya satu bahasa yang keluar,” pungkasnya.
