Minta Hasil Reses Dilaksanakan, Fraksi DPRD Sulsel Bicara Posisi Setara dengan Gubernur
2 min read
Paripurna DPRD Sulsel
Suasana ruang rapat paripurna DPRD Sulsel yang membahas tentang laporan hasil reses masa persidangan II tahun 2025-2026 di Kota Makassar, Kamis (30/4/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Rapat paripurna DPRD Sulsel tentang laporan hasil reses masa persidangan II tahun 2025-2026 berlangsung cukup berbeda.
Rapat paripurna laporan hasil reses dipimpin Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi bersama wakil ketua Fauzi Andi Wawo.
Rapat tertinggi ini berlangsung di kantor sementara DPRD Sulsel, Kompleks Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Kota Makassar, Kamis (30/4/2026).
Perwakilan 9 fraksi dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, tak membacakan rekomendasi hasil reses kepada Gubernur Sulsel yang diwakili Sekprov Jufri Rahman.
Padahal, pada rapat paripurna sebelumnya dengan pembahasan yang sama, juru bicara fraksi membacakan poin-poin rekomendasi kepada pihak Pemprov Sulsel.
Hal ini ternyata sudah disepakati para anggota dewan. Rapat paripurna DPRD Sulsel pun berlangsung singkat sejak dimulai pukul 13:40 WITA.
Meski begitu, Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulsel Fadriaty AS berharap, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman tetap membaca rekomendasi dewan dari hasil reses.
“Pak sekda tolong bahwa jangan juga diabaikan yang menjadi pokok-pokok pikiran kami. Kami ini sama halnya dengan pak gubernur, dipilih langsung oleh masyarakat,” tutur Fadriaty direspons tepuk tangan koleganya.
“Saat kami dilantik, itu disumpah atas Al-Qur’an siap memperjuangkan aspirasi masyarakat yang kami wakili,” sambung Fadriaty.
Di tempat yang sama, perwakilan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fauzan Guntur menekankan bahwa rekomendasi hasil reses bukan sekadar secarik kertas.
Legislator dari Dapil Sinjai dan Bulukumba itu menyebut banyak aspirasi masyarakat yang hingga kini belum dilaksanakan Pemprov Sulsel.
“Rekomendasi ini jangan hanya adianggap sebagai secarik kertas, tapi ditindak lanjuti. Karena hampir tiap minggu kami di lapangan, tapi belum ada terealisasi,” jelas Fauzan Guntur.
Jufri Rahman menyebut bahwa seluruh hasil reses anggota dewan akan dihimpun dan diserahkan kepada pihak terkait sebagai bahan dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk dalam forum Musrenbang.
Jufri menegaskan bahwa realisasi aspirasi masyarakat sangat bergantung pada kapasitas fiskal daerah serta kemauan politik (political will) pemerintah.
“Semua aspirasi ini sangat berharga dan akan kami sampaikan kepada pengambil kebijakan. Namun realisasinya tentu bergantung pada kemampuan anggaran dan kebijakan yang diambil,” jelasnya.
