Pemkot Makassar siapkan Sumur Bor Antisipasi Dampak Kekeringan Ekstrem
3 min read
Kolase. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi dan sumur bor sebagai ilustrasi. (Foto: Majesty.co.id/Suedi/Youtube)
Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membuat sumur bor sebagai rencana cadangan suplai air mengantisipasi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino Godzilla.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyebut, pemanfaatan sumur bor bakal melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Sumur bor seperti PU dimaksimalkan, BPBD bantuan-bantuan untuk membuat sumur bor itu di beberapa wilayah,” ujar Appi saat diwawancarai di Balai Kota Makassar, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, rencana menggunakan sumur bor sesuai prakiraan cuaca BMKG yanv menunjukkan Godzilla El Nino akan terjadi cukup panjang dan berdampak pada kekeringan.
“Nah, ini dipastikan akan jalan mengingat kita tahu sama-sama prakiraan cuacanya ini adalah ‘Godzilla El Nino’ yang akan panjang dan sangat kering,” katanya.
Appi menekankan pentingnya kesiapan layanan dan antisipasi kekeringan secara menyeluruh.
“Jadi selalu harus ada standby, ada backup plan yang harus kita laksanakan untuk memastikan suplai air ini bisa terjaga,” jelasnya.
Politisi Golkar itu memastikan keadaan air di Kota Makassar harus mampu menjangkau warga di berbagai tempat yang rawan kekeringan, seperti di Makassar bagian Utara yang hampir tiap tahunnya mengalami kekurangan air apabila musim kemarau.
“Maka dari itu, kita pastikan keadaan air yang ada di Kota Makassar ini harus bisa menjangkau saudara-saudara kita di beberapa tempat,” tuturnya.
Dari data BPBD Makassar, ada beberapa daerah yang rawan terjadi kekeringan, untuk itu Appi menyebut sumur bor sebagai salah satu antisipasi utama.
“Ya itu tadi, beberapa salah satunya dengan sumur bor,” kata Appi.
Ia juga mengungkapkan rencana untuk mengkaji kemungkinan salinitas air sebagai opsi tambahan.
“Kita juga akan mencoba mencari bagaimana kemungkinan akan salinitas apa namanya air, ya,” bebernya.
Appi memastikan akan memanggil semua instansi terkait dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Satu dua hari ini saya akan panggil semua instansi terkait untuk memastikan kita punya perencanaan supaya siapa kerjanya apa,” lanjutnya.
Terkait pembiayaan, Appi menyatakan Belanja Tidak Terduga (BTT) siap dialokasikan untuk bencana kekeringan jika keadaan mendesak.
“Iya, kalau dalam keadaannya mendesak pasti akan kita laksanakan itu,” ujar Appi menanggapi pertanyaan tentang penggunaan BTT.
Ia menjelaskan bahwa BTT disiapkan untuk kebutuhan masyarakat, dan air merupakan kebutuhan yang sangat fundamental.
Appi juga menyinggung hasil pembahasan dengan anggota dewan yang mempertanyakan kesiapan pasokan air.
Berbagai macam backup plan akan dijalankan untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.
“Berbagai hal yang bisa kita lakukan untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat dengan berbagai macam backup plan yang akan kita jalankan,” pungkasnya.
Penulis: Suedi
