Selamat! Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Rampungkan Studi Magister Teknik di UMI
3 min read
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam (kanan) mengikuti ujian tutup program magister Teknik Sipil di Kampus UMI, Kota Makassar, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Warta Lutim)
Majesty.co.id, Makassar – Bupati Kabupaten Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, berhasil menyelesaikan ujian tutup Program Magister Teknik Sipil (S2) di Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan predikat cumlaude. Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dalam masa studi satu tahun.
Ujian tutup Irwan Bachri Syam berlangsung di gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sabtu (11/4/2026).
Ujian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ratna Musa, MT., dan Dr. Ir. Masud, SAR, bersama tim penguji yang terdiri dari sejumlah akademisi, salah satu di antaranya Prof. Lambang Basri Said, Prof. Ir.Hanafi Ashad, MT., IPM., ASEAN Eng., dan Dr. Ir. Andi Amin Latief.
Dalam momen tersebut, Irwan didampingi sang istri, Ani Nurbani, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Luwu Timur.
Dalam penelitiannya, Irwan mengangkat tema “Kajian Pola Hujan Akibat Pengaruh Variabel Iklim pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan”.
Penelitian ini menganalisis keterkaitan temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin terhadap pola hujan serta dampaknya bagi berbagai sektor.
Salah satu pembimbing, Dr. Mas’ud, mengapresiasi topik tersebut karena memiliki relevansi tinggi untuk diaplikasikan di Kabupaten Luwu Timur yang memiliki banyak Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Penelitian ini sangat penting karena mengkaji bagaimana variabel iklim mempengaruhi pola hujan yang berdampak langsung pada sektor pertanian, irigasi, kesehatan, dan lingkungan hidup. Ini juga sangat potensial diterapkan di Luwu Timur,” ujar Mas’ud.
Irwan Bachri Syam pun menyatakan komitmennya untuk mengaplikasikan model penelitian dari Tabo-Tabo tersebut ke wilayah yang ia pimpin.
Ia berharap pendekatan teknis ini mampu membantu pengembangan DAS di Luwu Timur secara lebih terukur.
“Insya Allah, hasil penelitian ini akan kami terapkan di Luwu Timur, mengingat daerah kita memiliki banyak DAS yang potensial untuk dikembangkan dengan pendekatan serupa,” ungkap Irwan.
Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Irwan untuk mengajak generasi muda Luwu Timur terus menempuh pendidikan tinggi.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyalurkan bantuan beasiswa kepada sekitar 10 ribu masyarakat untuk jenjang S1, S2, hingga S3.
Keberhasilan Irwan menyelesaikan studi dalam satu tahun didukung oleh Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini memungkinkan pengakuan atas pengalaman kerja dan pendidikan nonformal menjadi satuan kredit semester (SKS) melalui proses asesmen profesional.
Mekanisme RPL ini sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 41 Tahun 2021, yang menjadi bagian dari komitmen UMI dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi para profesional dan praktisi.
