Bantu PSM Menang, Luka Cumic Persembahkan Gol untuk 2 Sosok Ini
2 min read
Penyerang PSM Makassar Luka Cumic merayakan golnya ke gawang PSIM Yogya. (Foto: Instagram/psm_makassar)
Majesty.co.id, Bantul – Penyerang PSM Makassar Luka Cumic mencetak gol perdananya saat Juku Eja menekuk PSIM Yogyakarta 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/4/2026).
Luka Cumic menyumbang gol penyama kedudukan saat PSM Makassar tertinggal lebih dulu dari tuan rumah PSIM Yogya.
Gol Luka Cumic tercipta pada menit ke-80. Penyerang asal Serbia ini turun dari bangku cadangan PSM Makassar mengganti Daisuke Sakai.
Luka Cumic merasa gol tersebut sangat berarti setelah 8 pertandingan membela PSM Makassar. Ia mempersembahkannya untuk sang istri tercinta yang berada di luar negeri.
“Gol pertama yang saya cetak, saya persembahkan untuk istri dan anak saya di luar negeri,” ujar Luka Cumic usai pertandingan.
Soal jalannya pertandingan, Cumic menyebut sangat sulit mengalahkan PSIM Yogya apalagi bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
Cumic menilai, PSM sempat bermain bertahan di babak pertama. Namun usai turun minum, rekan-rekannya mulai melancarkan serangan.
“Saya kira hasil ini sangat baik untuk kita. Tapi saya tidak pungkiri ini adalah pertandingan yang berat, namun kita bermain baik. Di babak pertama kita fokus bertahan,” katanya.
“Di babak kedua kita keluar untuk menyerang. Pada saag kita mendapatkan gol, kita mendapatkan momen untuk menambah daya gedor, serangan kita,” sambung Cumic.
Luka Cumic didatangkan PSM Makassar pada paruh musim Super League. Ia digaet untuk mengganti posisi Abu Kamara yang dipinjamkan ke Persis Solo.
Pemain 24 tahun itu diboyong PSM dari klub kasta tertinggi Liga Bosnia, Radnik Bijeljina dengan status permanen.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengungkapkan, terjadi perubahan strategi yang cukup signifikan demi menekuk PSIM Yogya.
Ahmad Amiruddin menyebut ada dua rencana cara bermain PSM dalam laga ini. Pertama disebut “Plan A” dan kedua “Plan B”
“Perubahan strategi memang sudah kita siapkan sejak kami di Makassar karena kita tahu PSIM tim yang bagus, mereka agresif menyerang, kita buat Plan A sama Plan B,” katanya.
“Plan A-nya bagaimana kalau bermain normal, yang kedua bagaimana kalau kita ketinggalan. Situasi apa yang kita cari solusinya supaya bisa memperbaiki keadaan,” kata Ahmad Amiruddin.
