11/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Mujiburrahman Raih Doktor Ilmu Politik Unhas, Teliti Strategi 51 ribu Suara Caleg Gerindra

3 min read
Mujiburrahman berhak dengan titel akademik doktor setelah mempertahankan disertasi dalam sidang promosi di Kampus Unhas, Tamalanrea, Kota Makassar.
Mujiburrahman mengikuti sidang promosi doktor bidang ilmu politik di Kampus Unhas, Tamalanrea, Kota Makassar. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar – Mantan Anggota DPRD Kota Makassar, Mujiburrahman, meraih gelar doktor bidang ilmu politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas).

Mujiburrahman berhak dengan titel akademik doktor setelah mempertahankan disertasi dalam sidang promosi di Kampus Unhas, Tamalanrea, Kota Makassar, Jumat (10/4/2026).

Muji sapaan Mujiburrahman, menyusun disertasi berjudul “Jaringan Aktor (Studi Tentang Basis Jaringan Keterpilihan Yasir Machmud Sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada Pemilu 2024)”.

Yasir Machmud alias YM adalah caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Sulsel.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Sidang promosi doktor Muji diuji oleh Prof. Armin Arsyad, Dr. Lukman Irwan dan Prof. Nurlinah. Adapun penguji eksternal yaitu Prof. Abdul Rahman Yunus.

Dalam disertasi itu, Muji membedah “rahasia” YM meraih 51.437 suara atau terbanyak di internal caleg Partai Gerindra maupun lintas partai pada Dapil 7 yang meliputi Kabupaten Bone.

Penelitian Muji mengungkap bahwa kemenangan YM dengan 51.437 suara merupakan antitesa terhadap dominasi aristokrasi atau politik keturunan.

Menurutnya, YM berhasil menumbangkan pola patronase tradisional melalui model jaringan baru.

“Keberhasilan ini didorong oleh pembentukan Hybrid Patron-Client Digital Network atau HPCDN, di mana kekuatan figur dipadukan dengan efisiensi teknologi dan pengelolaan jaringan yang profesional,” ujar Muji di hadapan Promotor Prof. Muhammad dan Ko-Promotor Prof. Gustiana A. Kambo.

Penelitian ini menonjolkan penggunaan Actor-Network Theory (ANT) yang digagas oleh dari ilmuwan Michel Callon dan Bruno Latour.

Dengan pendekatan teori itu, Muji menemukan bahwa YM tidak hanya mengandalkan aktor manusia berupa tim sukses dan tokoh adat.

YM juga mengintegrasikan aktor non-manusia seperti platform digital, analitik data pemilih, dan isu populis kelangkaan pupuk sebagai instrumen pengikat pemilih.

Jaringan tersebut bekerja secara sistematis di 2.270 TPS melalui enam tahapan akumulatif, mulai dari pembangunan modal sosial hingga konsolidasi final berbasis data quick count.

Tokoh adat pun berperan sebagai mediator yang mentranslasikan kualifikasi YM ke dalam nilai budaya Bugis Siri’ na Pacce.

Selain itu, Novelty atau kebaruan dari penelitian Muji terletak pada penggunaan teori ANT untuk membedah politik lokal.

Muji menekankan konsep Black Boxing, di mana jaringan YM menjadi begitu solid dan stabil sehingga sulit dipatahkan oleh lawan politik meskipun terdiri dari ribuan elemen yang heterogen.

“Penelitian ini membuktikan bahwa ketokohan politik saat ini bisa dikonstruksi melalui prestasi ekonomi dan modal sosial yang terorganisir secara teknokratis, bukan semata-mata mengandalkan garis darah,” pungkas Muji yang saat ini dipercaya sebagai Staf Ahli Komisi B DPRD Sulsel.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.