Syahar ajukan Hibah Rp15,4 miliar ke BNPB Bangun Jembatan Sidrap
3 min read
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar saat mengikuti pertemuan virtual dengan BNPB di Sidrap. (Foto: Diskominfo Sidrap)
Majesty.co.id, Sidrap — Demi menyelamatkan jalur distribusi pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat memperjuangkan anggaran pemulihan pascabencana.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar secara langsung mengusulkan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp15,4 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Langkah taktis tersebut dipaparkan langsung oleh Syahar dalam rapat koordinasi pra-verifikasi yang digelar secara daring dari Kompleks Perkantoran Pemkab Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Senin (25/5/2026).
Fokus utama Pemkab Sidrap dalam usulan ini adalah membangun kembali Jembatan Botto di Desa Bulu Cenrana, Kecamatan Pitu Riawa.
Jembatan sepanjang 80 meter tersebut ambruk dihantam banjir bandang pada 3 Mei 2024 lalu dan hingga kini menyisakan persoalan aksesibilitas yang krusial bagi warga setempat.
Jembatan Botto dengan rencana lebar 5 meter ini merupakan urat nadi strategis yang menghubungkan Kecamatan Pitu Riawa dan Kecamatan Pitu Riase.
Dua wilayah ini dikenal sebagai salah satu penopang utama lumbung pangan nasional di Sulawesi Selatan.
“Kami sangat berharap dukungan hibah dari BNPB agar rekonstruksi ini dapat segera terealisasi. Wilayah ini adalah lumbung pangan nasional,” kata Syahar.
“Produktivitas para petani kita sangat bergantung pada konektivitas transportasi untuk mobilitas hasil komoditas, baik padi maupun jagung,” imbuh politisi Nasdem ini.
Saat ini, mobilitas warga dan logistik pertanian hanya ditopang oleh jembatan darurat hasil kolaborasi dengan Pemprov Sulsel.
Namun, kapasitasnya sangat terbatas dengan batas tonase maksimal hanya 4 ton, sehingga menghambat truk-truk pengangkut hasil bumi berskala besar.
Oleh karena itu, pemulihan permanen dengan estimasi kebutuhan anggaran rekonstruksi sebesar Rp15,45 mili dinilai sangat mendesak demi memulihkan roda perekonomian daerah.
Rapat koordinasi yang dibuka oleh Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, Erwin, menekankan pentingnya akurasi data lapangan dalam paradigma baru penanganan bencana yang kini lebih fokus pada sektor preventif dan terukur.
“Mekanisme pengusulan dimulai dengan penyusunan usulan teknis oleh BPBD, yang kemudian dikaji oleh BPKAD. Setiap usulan wajib disertai fakta lapangan mengenai kerusakan aset yang menghambat pelayanan publik,” jelas Erwin.
Merespons arahan tersebut, Bupati Syahar menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk bergerak cepat merampungkan seluruh persyaratan administratif, merevisi dokumen teknis, serta menyambut tim verifikasi lapangan dari pusat.
“Kami sangat siap untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Kami ingin memastikan bantuan hibah ini tepat sasaran, memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat Sidrap,” pungkas Syaharuddin optimis.
Dalam pertemuan penting ini, Bupati Sidrap didampingi oleh jajaran kepala dinas terkait, tim teknis, serta jajaran BPBD Kabupaten Sidrap.
Hadir pula Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Hasanuddin, sebagai bentuk dukungan dari pemerintah provinsi.
