Pelayanan Publik yang Baik Pengaruhi Turunnya Angka Pengangguran-Kemiskinan di Luwu Timur
2 min read
Ilustrasi. Kantor Bupati Luwu Timur di Malili. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Kinerja Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis pada tahun 2025. Selain peningkatan signifikan pada indeks kepuasan masyarakat, daerah ini juga mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan publik di Luwu Timur mencapai 89,93 persen.
Angka ini masuk dalam kategori “Sangat Baik” dan melampaui target kinerja yang ditetapkan sebesar 87,86 persen.
Pencapaian di sektor pelayanan ini sejalan dengan membaiknya indikator sosial ekonomi daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Luwu Timur turun dari 4,58 persen pada Agustus 2024 menjadi 3,70 persen pada Agustus 2025.
Penurunan ini menjadi sinyal kuat atas meningkatnya penyerapan tenaga kerja serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
Selain pengangguran, angka kemiskinan juga menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Berdasarkan buku “Kabupaten Luwu Timur Dalam Angka 2026” yang dikutip pada Selasa (3/3/2026), persentase penduduk miskin di Bumi Batara Guru tersebut turun dari 6,55 persen pada tahun 2024 menjadi 5,79 persen pada tahun 2025.
Kombinasi antara tingginya kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah dan menurunnya angka kemiskinan serta pengangguran, mencerminkan bahwa pembangunan yang dijalankan berjalan secara inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Capaian ini menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperkuat program pembangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan prima serta memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tren positif ini diharapkan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang seiring dengan penguatan akses layanan dan perluasan program pemberdayaan ekonomi yang menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini.
