12/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

BRI-Dinsos Sulsel Siap Kolaborasi Berdayakan Masyarakat Prasejahtera

3 min read
BRI memiliki tanggung jawab sosial untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Head Ecosystems 1 RO Makassar BRI, Vikri Hadari Banjar (kanan) melakukan audiens dengan Kepala Dinsos Sulsel Abdul Malik Faisal di Kota Makassar, Kamis (8/1/2026). (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Makassar — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi kelompok prasejahtera.

Komitmen tersebut disampaikan Head Ecosystems 1 RO Makassar BRI, Vikri Hadari Banjar, saat bersilaturahmi dengan Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, di Kantor Dinas Sosial Sulsel, Kamis (8/1/2026).

Vikri mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BRI memiliki tanggung jawab sosial untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pada tahap awal ini, kami melakukan kunjungan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sulsel, termasuk Dinas Sosial. Tujuannya untuk mendengarkan langsung program-program yang akan dijalankan pada tahun 2026,” ujar Vikri dalam keterangan tertulis.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Menurutnya, hasil koordinasi tersebut akan menjadi dasar bagi BRI dalam menentukan bentuk dukungan yang tepat sasaran, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan permodalan usaha, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM.

“Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, kami membutuhkan data yang valid dan terintegrasi. Data masyarakat prasejahtera itu ada di dinas, sehingga kolaborasi ini menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa upaya penanganan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Sasaran utama kami adalah masyarakat prasejahtera yang perlu diberi stimulus agar bisa keluar dari persoalan ekonomi. Jika banyak pihak terlibat, tentu dampaknya akan lebih besar,” ungkap Malik.

Ia menjelaskan, Dinas Sosial Sulsel saat ini mengelola Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memuat data masyarakat secara by name by address hingga tingkat desa dan kelurahan.

Data tersebut diperbarui secara berkala melalui musyawarah kelurahan sebelum diinput ke sistem.

“Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan sosial, program pengentasan kemiskinan, hingga pemberdayaan ekonomi seperti UMKM,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan makro di Sulsel tercatat sebesar 7,65 persen atau masih di bawah rata-rata nasional.

Meski demikian, secara mikro masih terdapat jutaan warga yang membutuhkan intervensi program berkelanjutan.

Malik menambahkan, kolaborasi dengan BRI juga berpotensi besar mendukung program graduasi masyarakat keluar dari kemiskinan melalui penguatan UMKM, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Pelaku UMKM bisa diberi pelatihan, bantuan modal usaha, hingga akses pasar. Bahkan untuk penyandang disabilitas, kami terbuka bekerja sama dengan BRI dalam pelatihan bisnis, administrasi, pemasaran, hingga permodalan,” paparnya.

Melalui sinergi ini, BRI dan Dinsos Sulsel diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan secara inklusif. (*)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.