Disbud Makassar sambut Kunjungan Majelis Kebudayaan Kelantan
2 min read
Kepala Dinas Kebudayaan Makassar Andi Patiware (kiri) pada kunjungan Majelis Kebudayaan Pemerintah Negeri Kelantan di Balai Kota. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Makassar – Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menerima kunjungan delegasi Majelis Kebudayaan Pemerintah Negeri Kelantan, Malaysia, untuk mempererat hubungan kerja sama di bidang kebudayaan dan pariwisata antara kedua daerah, Jumat (17/10/2025).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa hubungan Makassar dan Kelantan memiliki akar sejarah panjang yang perlu terus dirajut melalui kerja sama konkret.
“Pentingnya memperkuat ikatan sejarah dan budaya antara kedua wilayah. Hubungan Makassar dan Kelantan punya akar sejarah panjang yang perlu dirajut kembali,” ujarnya.
Menurut Munafri, kunjungan Pemerintah Negeri Kelantan menjadi momentum mempererat hubungan budaya dan membuka ruang kolaborasi lintas negara di bidang warisan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Rombongan dari Kelantan dipimpin oleh Pengerusi Pelancongan, Kebudayaan, dan Warisan Negeri Kelantan, Datuk Kamaruddin Muhammad Nur, didampingi Datuk Bahari Muhammad Nur, Ahli Dewan Undangan Negeri Kelantan, serta Saharuddin, mantan Menteri Besar Johor.
Rombongan disambut hangat oleh jajaran Pemkot Makassar, termasuk Asisten I Andi Muhammad Yasir, Kepala Dinas Kebudayaan Andi Patiware, Kepala Dinas Pariwisata Achmad Hendra Hakamuddin, dan Kepala Bagian Kerjasama Andi Zulfitra.
Dalam kesempatan itu, Munafri memperkenalkan potensi wisata unggulan Kota Makassar mulai dari panorama matahari terbenam di Pantai Losari, pelayaran tradisional kapal Pinisi yang diakui UNESCO, hingga aneka kuliner khas Makassar.
“Di Makassar ada dua larangan bagi tamu. Pertama, dilarang diet karena makanan di sini terkenal enak. Kedua, dilarang cepat pulang, minimal dua sampai tiga hari tinggal di Makassar,” katanya sambil berkelakar.
Ia berharap sinergi dengan Kelantan tidak hanya memperkuat promosi pariwisata, tetapi juga menjangkau bidang seni, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
“Kota Makassar sebagai pusat ekonomi di Indonesia Timur terus berupaya menjaga keseimbangan antara modernisasi dengan pelestarian adat dan budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Datuk Kamaruddin Muhammad Nur menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemkot Makassar.
Ia mengatakan kunjungan ini merupakan langkah konkret menjalin kerja sama budaya dan promosi destinasi wisata.
“Kami ingin bertukar pengalaman, mulai dari tradisi, kuliner, hingga kawasan heritage yang tengah kami usulkan ke UNESCO. Dengan Makassar, kami melihat potensi kolaborasi yang besar,” ungkapnya.
