29/09/2026

Majesty.co.id

News and Value

Sukardi Weda Daftar Lagi Bacalon Rektor UNM, Usung Misi “Pro For All”

3 min read
Sukardi Weda sebelumnya juga mengikuti proses Pemilihan Rektor UNM periode 2023-2027 pada 2022
Sukardi Weda Daftar menyampaikan keterangan pers kepada wartawan usai mendaftar sebagai Bacalon Rektor UNM, Makassar, Senin (28/9/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar — Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM) Sukardi Weda resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027-2031.

Sukardi menyerahkan berkas pencalonannya kepada panitia Pemilihan Rektor UNM di Lantai 14 Menara Pinisi UNM, Makassar, Senin (28/9/2026).

Sukardi datang didampingi sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan yang mengenakan seragam loreng, di antaranya Pemuda Panca Marga dan Resimen Mahasiswa (Menwa).

“Alhamdulillah saya baru saja menyerahkan berkas bakal calon rektor Universitas Negeri Makassar. Mengapa saya mendaftar, saya mulai dari ketua prodi selama dua periode. Kemudian lanjut menjadi wakil dekan bidang kemahasiswaan,” kata Sukardi.

Sukardi sebelumnya juga mengikuti proses Pemilihan Rektor UNM periode 2023-2027 pada 2022. Pada 2026, ia kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas).

Ia mengatakan pengalamannya kemudian berlanjut ketika dipercaya menjadi Wakil Rektor III UNM yang membidangi kemahasiswaan dan alumni.

“Saya tahu banyak hal tentang apa yang perlu dibangun atau diperbaiki di Universitas Negeri Makassar ini,” ujarnya.

Sukardi mengatakan telah menyiapkan sejumlah program yang dituangkan dalam visi, misi, dan program kerja. Ia juga menjanjikan keterbukaan terhadap mahasiswa apabila terpilih sebagai rektor.

“Jangan khawatir. Insyaallah ruangan saya terbuka kepada Anda semua, adik semua sebagai anak saya. Ya seperti halnya yang orang tua, ya tentu yang memberikan ruang kepada anak memberikan ruang kepada anaknya untuk sharing,” katanya.

Ia menyoroti pentingnya keterbukaan pimpinan kampus terhadap mahasiswa.

“Dan demikian juga ya, saya menangis ketika misalnya ya ada pimpinan yang tidak berkenan ruangannya dimasuki oleh mahasiswa,” ujarnya.

Dalam pencalonannya, Sukardi membawa gagasan world class university leader. Ia mengatakan peningkatan kualitas perguruan tinggi harus berjalan bersama dengan penguatan kepemimpinan.

“Jadi saya mengusung world class university leader, bukan hanya world class university, bukan hanya perguruan tinggi kelas dunia tetapi ada leadernya. Mengapa? Karena ini penting Bapak Ibu sekalian,” katanya.

Sukardi menyebut posisi UNM saat ini berada di sekitar peringkat 45 nasional. Ia menargetkan kampus tersebut dapat masuk 20 besar nasional.

“Saat ini UNM berada di posisi sekitar 45 nasional, saya mau ada di urutan 20 ke bawah. Oleh karena itu ya semua hal harus diperbaiki,” ujarnya.

Salah satu program yang ditawarkan adalah penerapan Malcolm Baldrige National Quality Award, sebuah kerangka penghargaan dan manajemen mutu yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi.

“Saya mau UNM juga menerapkan Malcolm Baldrige National Quality Award ini. Ada tujuh indikator. Jadi prinsip saya dari lokal ke globe, go global, Bapak Ibu sekalian,” katanya.

Ia juga membawa konsep program “Pro for All” yang menurutnya ditujukan bagi seluruh unsur kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa.

“Program saya pro kepada semua. Pro for all. Bukan hanya kepada dosen tetapi kepada tendik dan juga kepada mahasiswa, Adik-adik sekalian,” ujarnya.

Sukardi juga menyinggung pemanfaatan fasilitas kampus untuk kegiatan internal.

“Saya mau ya, saya mau saya ulangi saya mau, ramah tamah tidak lagi di hotel, tapi harus di kampus di UNM, Bapak Ibu sekalian. UNM ini punya banyak aula, kan? Kenapa tidak dimanfaatkan ini Bapak Ibu sekalian?” katanya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.