Mulawarman Sarankan Wali Kota Makassar Hengkang dari Golkar: “Jangan Tunggu Diusir”
3 min read
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimtek DPD II Golkar Makassar di Hotel Aryaduta, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Aktivis politik Mulawarman menyarankan Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mempertimbangkan untuk hengkang dari Partai Golkar.
Saran tersebut disampaikan Mulawarman dengan menyoroti dinamika internal Partai Golkar, khususnya setelah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.
Menurut Mulawarman, Appi sebaiknya meninggalkan Golkar sebelum dirinya dianggap tidak lagi nyaman berada di dalam partai.
“Sangat jelas, yang elit Golkar di Jakarta inginkan, adalah Aco alias IAS atau Ilham Arif Sirajuddin, bukan Appi,” kata Mulawarman kepada sejumlah awak media di Cafe Enreco Jalan Boulevard, Kota Makassar, Rabu (26/8/2026).
Mulawarman menilai diskresi dari DPP Partai Golkar kepada IAS dalam Musyawarah Daerah (Musda) menjadi salah satu indikator sikap elite partai di tingkat pusat.
Ia menyebut keputusan tersebut menunjukkan adanya kecenderungan elite DPP Golkar lebih menghendaki IAS berada di posisi strategis partai dibandingkan Appi.
Mulawarman bahkan menyebut kemungkinan adanya pola membuat kader tidak nyaman hingga akhirnya memilih meninggalkan partai.
“Klasik mengusir kader Partai keluar dari Partai dengan cara membuat kader tidak nyaman di Partai, sampe kader keluar sendiri dengan sukarela berpindah Partai,” ungkap Mulawarman.
Sebut Appi Rugi Jika Bertahan
Mulawarman menilai Appi tidak akan mendapatkan keuntungan jika tetap bertahan di tengah dinamika internal Golkar.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu fokus Appi sebagai Wali Kota Makassar.
“Tidak ada gunanya bagi Appi bertahan di Golkar. Bertahan di Golkar akan merugikan Appi, baik sebagai sosok, apalagi sebagai Walikota Makassar. Waktu Appi akan banyak terbuang sia-sia melayani upaya-upaya elit Golkar membuatnya tidak nyaman di Partai,” kata Mulawarman.
Ia kemudian menyinggung posisi Ketua DPD I, Ketua DPD II, dan Sekretaris DPD Golkar yang menurutnya memiliki hubungan erat dengan kepemimpinan DPP Partai Golkar.
Saat ditanya apakah Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengetahui dinamika yang terjadi terhadap Appi, Mulawarman menyebut struktur kepemimpinan partai di daerah berada dalam kendali ketua umum.
“Tapi untuk sekarang, Bahlil yang merasa cukup kuat dan aman di elit nasional, bahlil gak peduli. Bahlil gak peduli Appi, termasuk gak peduli latar Appi dan segalanya yang berkaitan dengan Appi,” tandas Mulawarman.
Appi belum dapat dimintai keterangan terkait usulan tersebut. Namun, sebelumnya ia memastikan masih sebagai kader sekaligus Ketua Golkar Makassar.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
