26/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

ICATT dan IKPM Sulselbar Edukasi Juru Sembelih Hewan Kurban di Gowa

3 min read
Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, mengatakan edukasi kurban tidak cukup hanya memahami teknis penyembelihan.
Suasana pelatihan Juru Sembelih Halal atau Juleha yang digelar Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) dan IKPM Gontor di Gowa. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Gowa – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) bersama Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Sulselbar menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) di Kabupaten Gowa, pada Senin (25/5/2026).

Pelatihan juru sembelih sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tata cara penyembelihan hewan kurban yang halal, aman, dan sesuai syariat Islam.

Pelatihan tersebut dirangkaikan dengan praktik perobohan sapi menggunakan metode tallu rampa dan teknik tali-temali.

Kegiatan ini menyasar panitia kurban, imam masjid, penyuluh agama, kepala KUA, muballigh, hingga tokoh masyarakat agar memahami proses penyembelihan hewan secara ihsan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, mengatakan edukasi kurban tidak cukup hanya memahami teknis penyembelihan.

Menurutnya, para penyembelih juga harus memahami etika dan adab memperlakukan hewan sebagaimana diajarkan dalam Islam.

“Islam mengajarkan ihsan bahkan kepada hewan. Karena itu, proses kurban harus dilakukan dengan cara yang benar, manusiawi, dan sesuai tuntunan syariat,” ujar Mallingkai Ilyas dalam keterangannya.

Ia menilai masih banyak praktik penyembelihan hewan di masyarakat yang dilakukan secara kasar dan tidak memperhatikan kenyamanan hewan kurban.

Kondisi tersebut, kata dia, bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW tentang perlakuan penuh kasih terhadap hewan.

“Kita masih sering melihat hewan diperlakukan dengan keras saat proses penyembelihan, padahal Rasulullah SAW telah mengajarkan agar hewan diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan tidak disakiti,” tambahnya.

Praktisi JULEHA, Hamka, menjelaskan pelatihan tersebut membahas teknis merobohkan sapi secara aman dan ihsan.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan pisau, teknik tali-temali, hingga kesiapan mental penyembelih.

“Bagaimana teknis merobohkan sapi dengan aman dan ihsan tentunya. Kemudian juga apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang penyembelih halal, termasuk pisaunya yang harus dia gunakan, pengetahuan tentang tali-temali, kemudian psikologi kejiwaan kita sebagai panitia atau penyembelih,” jelasnya.

Hamka mengatakan seluruh aspek tersebut penting dipahami agar ibadah kurban berjalan efektif, lancar, dan aman.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan, Muammar Qadafi, menyebut kegiatan tersebut digelar untuk memfasilitasi para juru sembelih agar mampu menyembelih hewan secara halal dan ihsan. Meski persiapan hanya dilakukan selama dua hari, pelatihan tetap berjalan lancar.

“Persiapan dua hari ini karena adanya keresahan mengapa masih banyak juru sembelih yang belum mengetahui cara tali-temali maupun cara untuk menyembelih yang betul-betul menghewankan hewan,” tambahnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman para jagal dan panitia kurban agar penyembelihan dilakukan sesuai syariat dan sunnah Rasulullah SAW.

Menurutnya, masih ada penyembelih yang belum memperhatikan aspek ihsan terhadap hewan kurban.

Muammar Qadafi juga menyampaikan kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi antara ICATT dan IKPM Gontor.

Kolaborasi tersebut dilakukan karena melihat potensi pemateri yang dinilai kompeten dalam bidang penyembelihan halal.

“Alhamdulillah ini wujud kerja sama antara ICATT dan IKPM Gontor untuk melaksanakan kegiatan ini. Salah satu pemateri kita, Ustaz Haji Hamka, juga merupakan anggota IKPM Gontor,” pungkasnya.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.