24/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Hingga Malam, Mahasiswa UMI Demo Tutup Jalan Peringati Tragedi Amarah

3 min read
Dimulai sejak menjelang sore tadi, demo tragedi Amarah oleh mahasiswa masih bertahan di depan kampus UMI hingga pukul 19.15 WITA.
Kolase foto. Aksi unjuk rasa mahasiswa memperingati 30 tahun Tragedi Amarah di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (24/4/2026). (Foto: Majesty.co.id/Suedi)

Majesty.co.id, Makassar – Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar demonstrasi memperingati 30 tahun tragedi April Makassar Berdarah (Amarah).

Mahasiswa yang tergabung dari beberapa fakultas UMI ini menggelar demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Jumat (24/4/2026).

Dimulai sejak menjelang sore tadi, para demonstran mahasiswa UMI masih bertahan hingga pukul 19.15 WITA.

Pantauan Majesty, mahasiswa menutup total ruas jalan dari dua arah yang menyebabkan kemacetan panjang tak terhindarkan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Meski begitu, di lokasi tak terlihat polisi berseragam mengamankan aksi ini.

Jendral Lapangan Aliansi se-Organda UMI, Alif Nugraha mengatakan, ada beberapa isu yang dimunculkan dalam aksi kali ini seperti pembungkaman demokrasi.

“Mengingat 3 dekade amarah April Makassar Berdarah yang dimna hari ini kami mengangkat ada beberapa isu yang pertama itu kemudian persoalan pembungkaman demokrasi yang hari ini bnyak terjadi di Indonesia terutama kasus sodara kami Andrie Yunus dan beberapa kawan-kawan aktivis makassar yang merasakan teror dari aparat kepolisian,” ujarnya kepada wartawan.

Dari tragedi Amarah ini, kata Alif Nugraha, ia menilai pembungkaman demokrasi di tanah air Indonesia hari ini masih terjadi.

“Yang bisa di petik dari tragedi amarah ini adalah sebuah tindakan pembungkaman demokrasi dari aparat kepolisian maka kami akan terus melanjutkan gerakan ini tiap tahunnya sebab ini adalah luka sejarah daripada mahasiswa umi itu sendiri,” jelasnya.

Terkait penutupan ruas jalan ia pihaknya menyampaikan permohonan maaf.

“Persoalan kami menutup jalan memohon maaf kepada Makassar dan pengguna jalan urip sumoharjo atas terlambatnya perjalan kalian. Ini adalah peringatan dimana di UMI itu dibungkam dan memakan korban dan itu adalah kemarahan kami semua dan menjadi ekspresi tahunan,” pungkasnya.

Aksi peringatan Amarah merupakan agenda tahunan mahasiswa Makassar untuk mengenang jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa bentrokan mahasiswa dan aparat tiga puluh tahun silam.

Melansir berbagai sumber, tragedi Amarah dipicu demo mahasiswa UMI menolak kenaikan tarif angkot berujung bentrok pada 24-25 April 1996.

Demo mahasiswa saat itu direspons pemerintah dengan mengarahkan aparat militer ke dalam kampus UMI dengan 3 panser.

Akibatnya, demo berujung bentrokan yang mengakibatkan 3 mahasiswa UMI meninggal dunia.

Tiga mahasiswa UMI yang meninggal dunia yaitu Syaiful Bya, 21 tahun, mahasiswa Fakultas Teknik Arsirektur UMI, Andi Sultan Iskandar, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Ekonomi UMI serta Tasrief, 21 tahun, mahasiswa Fakultas Ekonomi/Studi Pembangunan UMI.

Dua korban di antaranya ditemukan di Sungai Pampang. Tragedi Amarah dikenang sebagai pelanggaran hak asasi manusia atau HAM berat.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.