Tawuran Warga Tanpa Henti, Kapolrestabes Makassar Patut Dievaluasi
2 min read
Bentrokan antara warga yang terjadi di Kota Makassar baru-baru ini. (Foto: Ist)
Majesty.co.id, Makassar — Penanganan perang kelompok dan kejahatan jalanan di Kota Makassar menuai kritik Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Selatan.
Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar didesak JMSI mengevaluasi efektivitas pengamanan karena konflik yang berulang membuat warga khawatir terhadap kondisi keamanan.
Ketua JMSI Sulsel, Ilham Husen, menilai berulangnya bentrokan menunjukkan perlunya pembenahan strategi pencegahan dan deteksi dini oleh kepolisian.
“Maraknya kembali perang kelompok dengan pola yang semakin brutal ini menunjukkan adanya celah dalam pemetaan potensi konflik dan pola pengamanan preventif. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman di kotanya sendiri,” kata Ilham di Makassar, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, penanganan konflik tidak cukup dengan membubarkan bentrokan atau menangkap pelaku setelah kejadian.
Polrestabes Makassar kata Ilham, perlu memperkuat intelijen, memetakan titik rawan, dan menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu.
JMSI Sulsel juga menyoroti provokasi melalui media sosial yang berpotensi memicu bentrokan fisik.
Tim patroli siber dan intelijen kepolisian diminta lebih responsif mendeteksi ancaman sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
“Konflik sering kali dipicu oleh aksi saling tantang di media sosial sebelum akhirnya pecah di lapangan. Karena itu, rantai provokasi harus diputus sebelum menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material,” papar Ilham.
“Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana sepatutnya bertanggung jawab atas kondisi ini. Kapolri harus mengevaluasi pendekatan anak buahnya dalam mencegah tawuran yang terus berulang,” tandas Ilham.
JMSI Sulsel mendesak kepolisian berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar, tokoh masyarakat, akademisi, dan elemen pemuda untuk merumuskan langkah pencegahan yang menyasar akar persoalan.
Evaluasi menyeluruh, menurut JMSI, diperlukan agar penanganan perang kelompok tidak sekadar bersifat reaktif, tetapi mampu memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.


