12/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Arief Rosyid Hasan bongkar Alasan “Login” Golkar Lewat Buku YGGA, Ada Bahlil Efek

3 min read
Buku tentang Golkar ini dibedah oleh "Duo Armin". YGGA merupakan karya ke-44 Arief Rosyid Hasan.
Kolase foto. Arief Rosyid Hasan, Armin Arsyad dan Armin Mustamin Toputiri dalam bedah buku berjudul YGGA di Kota Makassar. (Foto: Majesty.co.id/Arya Wicaksana)

Majesty.co.id, Makassar — Buku berjudul YGGA atau “Yang Golkar Golkar Aja” karya Arief Rosyid Hasan menuai pujian serta catatan oleh politikus Golkar Armin Mustamin Toputiri serta Guru Besar Ilmu Politik Unhas, Armin Arsyad.

Buku YGGA yang ditulis wakil ketua umum AMPI itu dibedah “duo Armin” di sebuah kafe kawasan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (18/12/2025) malam.

Arief Rosyid menyampaikan buku YGGA berisi tentang pergolakan politiknya sesudah bergabung menjadi kader Golkar bersama rombongan aktivis Cipayung pada Juni 2025.

“Kalau orang membaca YGGA ini, yang pertama bicara apa yang saya temukan dan apa yang saya akan kerjakan bersama Golkar,” ujar Arief Rosyid Hasan saat diwawancara usai bedah buku.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Mantan ketua umum PB HMI ini menyebut, buku YGGA setebal 300 halaman lebih adalah buah tangannya yang ke-44.

Motivasi menulis buku tersebut dilatari alasan pribadi, untuk menorehkan jejak dalam setiap karir hidupnya.

“Ini pertanggung jawaban saya secara intelektual, ini agenda politik saya,” kata pria bergelar dokter gigi ini.

Buku YGGA kata Arief Rosyid juga mengulas era Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum Golkar. Menurutnya, rezim Bahlil di beringin membuka keran politik bagi anak muda.

Karena Bahlil efek itu, Arief Rosyid bergabung bersama ratusan aktivis Cipayung yang terdiri dari HMI, GMNI dan PMII.

“Ada 150 aktivis Cipayung yang bareng-bareng login Golkar. Kami meyakini ada ruang untuk aktivis ketika Bahlil Lahadalia jadi ketua umum. Kesempatan ini tidak kita temukan di periode sebelumnya,” kata mantan Komisaris BSI ini.

Saat gabung Golkar, Arief melihat partai yang penuh harapan. Organisasi politik ini dinilai seharusnya bisa menjadi rumah bagi semua golongan.

“Inilah yang saya sampaikan dalam YGGA ini,” tandas Arief Rosyid.

Perlu Pengayaan Konteks


Armin Mustamin Toputiri menilai, buku YGGA melengkapi koleksinya tentang buku Golkar. Ia menyebut, isi YGGA cukup menarik.

Mantan legislator Golkar DPRD Sulsel dua periode ini menyebut, YGGA perlu penguatan konteks atau kondisi perpolitikan Indonesia hari ini.

“Teksnya buku ini menarik, tapi kehilangan konteks. Kemudian konteks sistem politik juga harus di urai di buku ini,” kata Armin Toputiri.

“Bagi saya, gagasan buku ini sudah bagus dan ini bukan omong kosong. Soal masuknya juga kelompok cipayung, ini juga haris dirawat oleh Golkar,” tandas Armin Toputiri.

Sementara itu, Profesor Armin Arsyad dalam diskusi ini lebih banyak mengulas sejarah politik nasional dan kondisinya hari ini.

Soal Arief Rosyid, Armin menilai sosok anak muda ini harus menjadi pembeda di antara politisi muda. Apalagi, Arief dinilai dekat dengan Bahlil Lahadalia.

“Kedekatan Arief Rosyid dengan Bahlil secara politik adalah sesuatu yang tepat. Karena ibaratnya, seperti pohon kalau mau kuat harus dekat-dekat dengan dahannya. Dan Arief melakukan itu,” jelas Armin Arsyad.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.