13/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Pemkab Luwu Timur Matangkan Geopark Matano Menuju Pengakuan Nasional

2 min read
Warisan Geologi merupakan syarat mendasar yang harus dipenuhi sebelum usulan Geopark Matano dapat diproses lebih lanjut.
Rapat koordinasi jajaran Pemkab Luwu Timur bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Luwu Timur – Upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menjadikan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional terus bergerak.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah melakukan koordinasi langsung dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

Pertemuan yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, itu membahas percepatan penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Matano, yang menjadi tahapan penting dalam proses pengusulan Geopark Matano ke tingkat nasional.

Turut mendampingi Bupati, Kepala Disparmudora Luwu Timur sekaligus anggota Tim Percepatan Penyusunan Dokumen Pengusulan Geopark Matano (TP2DP-GM), Muhammad Syafaat DP, bersama jajaran perangkat daerah dan tim teknis.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Di hadapan jajaran Badan Geologi yang dipimpin Lana Saria bersama Kepala Pusat Survei Geologi Edy Slameto, Bupati Irwan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

Menurutnya, penetapan Geoheritage Matano bukan sekadar tahapan administrasi, melainkan fondasi utama dalam penyusunan Rencana Induk Geopark sekaligus pijakan untuk memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional.

“Kami ingin seluruh tahapan dapat berjalan sesuai mekanisme sehingga pengusulan Geopark Matano memiliki dasar yang kuat. Ini bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga upaya menjaga warisan geologi, lingkungan, dan budaya yang dimiliki Luwu Timur,” ujar Irwan.

Muhammad Syafaat DP menjelaskan, audiensi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah mempercepat proses verifikasi dokumen yang tengah berjalan.

Menurutnya, penetapan kawasan geodiversity Matano sebagai Warisan Geologi merupakan syarat mendasar yang harus dipenuhi sebelum usulan Geopark Matano dapat diproses lebih lanjut.

Dalam pertemuan itu, Badan Geologi turut memberikan sejumlah catatan untuk menyempurnakan dokumen usulan.

Beberapa di antaranya meliputi penyajian peta kawasan yang lebih informatif, penyempurnaan peta geologi, penamaan geosite yang lebih representatif, hingga penyajian informasi mengenai lokasi-lokasi unggulan yang memiliki nilai geologi, edukasi, dan wisata.

Badan Geologi juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan dalam proses verifikasi serta percepatan administrasi penerbitan Surat Keputusan (SK) Penetapan Warisan Geologi Matano yang saat ini masih berproses.

Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target, Geopark Matano diharapkan segera memenuhi persyaratan untuk diusulkan sebagai Geopark Nasional, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan konservasi, pendidikan, dan pariwisata berkelanjutan di Luwu Timur.

Penulis: Huzein

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.