Sejumlah Demo Mahasiswa Makassar Senin Hari Ini, Polisi Waspada Penyusup
2 min read
Arsip. Mahasiswa membakar ban saat demo membela aktivis Kontras korban air keras, Andrie Yunus yang digelar di bawa jembatan layang Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makassar, Senin (6/4/2026). (Foto: Majesty.co.id/Suedi)
Majesty.co.id, Makassar – Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Kota Makassar akan menggelar demo pada Senin (15/6/2026) hari ini. Mereka menuntut evaluasi total pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dari poster digital yang beredar paling tidak ada tiga demo mahasiswa Makassar hari ini. Unjuk rasa tersebut bakal berlangsung di sejumlah titik strategis.
Demo pertama datang dari Badko HMI Sulsel, Bem FH UMI, dan Aliansi Gerakan Pemuda–Mahasiswa se-Kota Makassar.
Aksi yang mengusung tema “Evaluasi Total Pemerintahan Prabowo-Gibran” ini dipusatkan di tiga lokasi, yaitu Kantor Gubernur Sulsel, DPRD Provinsi Sulsel, dan kawasan Fly Over di Kota Makassar.
Kasat Intelkam Polrestabes Makassar, Kompol Surahman mengonfirmasi sejumlah rencana demo mahasiswa tersebut.
Surahman mengatakan, isu utama yang disuarakan mahasiwa Makassar berfokus pada evaluasi kepemimpinan nasional.
“Iya betul, (tuntutannya terkait evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran),” ucap Surahman, Senin (15/6/2026).
Seperti Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulsel dalam poster seruan aksinya menuliskan “Reformasi Jilid II, Sulsel Gelap, Mahasiswa Bergerak”.
Sementara itu, Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa se-Kota Makassar akan menyuarakan sejumlah tuntutan yang bersifat nasional. Tuntutan tersebut meliputi evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), stabilitas nilai rupiah, serta penurunan harga bahan pokok dan BBM.
Selain itu, massa aksi juga menuntut pencabutan UU Polri dan TNI, pengesahan RUU perampasan aset, serta penghentian program koperasi merah putih dan sekolah rakyat.
Polrestabes Makassar menyiagakan sekitar 1.500 personel untuk mengamankan jalannya aksi demo di tiga titik lokasi.
Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan bahwa jumlah personel disesuaikan dengan potensi massa yang turun, meski jumlah pastinya belum dapat dipastikan.
“Kalau pengunjuk rasa hanya 100 orang yang kita siapkan 150 orang. Kalau pengunjuk rasa 1.000 orang ya kita siapkan 1.500 orang,” kata Arya Perdana.
Ia menambahkan bahwa biasanya jumlah massa yang hadir di lapangan kerap berbeda dengan angka yang tercantum dalam surat pemberitahuan aksi.
Polisi mengimbau seluruh peserta aksi agar waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memprovokasi dan merusak niat baik unjuk rasa.
“Berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mau memprovokasi dan mau mengintimidasi. Hati-hati terhadap penyusup yang ingin merusak niat baik dari pengunjuk rasa,” pungkasnya.
Penulis: Suedi
