15/09/2026

Majesty.co.id

News and Value

Babinsa TNI di Wajo Edukasi Warga Bikin Paving Block dari Sampah

3 min read
Dandim 1406/Wajo Letkol Inf. Harianto mengatakan, edukasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial dan upaya memperkuat ketahanan wilayah.
Prajurit TNI dari Babinsa Kodim 1406/Wajo, Serka Suardi S ikut mengedukasi masyarakat mengolah sampah menjadi paving block di Tanasitolo. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Wajo — Babinsa TNI Koramil Tanasitolo Kodim 1406/Wajo, Serka Suardi S, mendampingi masyarakat mengolah sampah plastik menjadi paving block.

Edukasi bernilai ekonomis itu menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.

Pendampingan Babinsa Wajo diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah plastik dengan mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Serka Suardi mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial.

Menurutnya, Babinsa tidak hanya hadir dalam persoalan keamanan, tetapi juga ikut mendorong kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami hadir untuk mendampingi dan memberikan motivasi kepada masyarakat. Pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini merupakan kegiatan positif yang memiliki manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka kesadaran masyarakat bahwa persoalan di wilayah dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ujar Serka Suardi dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menangani persoalan sampah.

Masyarakat, kata dia, perlu didorong untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah agar tidak sekadar menjadi limbah.

“Semangatnya adalah gotong royong. Babinsa mendampingi, sementara masyarakat menjadi pelaku utama. Dengan kebersamaan, persoalan sampah yang awalnya menjadi beban dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Sampah dan Ketahanan Wilayah


Dandim 1406/Wajo Letkol Inf. Harianto mengatakan, edukasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial dan upaya memperkuat ketahanan wilayah.


Menurutnya, dalam konsep Sistem Pertahanan Semesta, pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada TNI, tetapi melibatkan seluruh komponen bangsa.

Karena itu, membangun masyarakat yang peduli, mandiri, dan memiliki ketahanan di lingkungannya menjadi bagian penting dari pembinaan teritorial.

“Kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial. Dalam Sistem Pertahanan Semesta, rakyat merupakan salah satu kekuatan penting. Karena itu, membangun kesadaran, kepedulian dan kemandirian masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah,” ujar Letkol Harianto.

Ia menegaskan, ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan militer. Ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“Ketahanan wilayah dibangun dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

Ketika masyarakat mampu mengelola sampah secara mandiri dan mengubahnya menjadi produk yang bermanfaat, di situ ada nilai gotong royong, kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.

Menurut Harianto, Babinsa berperan membangun komunikasi serta mendorong potensi masyarakat agar berkembang. Babinsa tidak mengambil alih peran masyarakat, melainkan mendampingi dan menggerakkan.

“Babinsa tidak mengambil alih peran masyarakat. Babinsa mendampingi, menggerakkan dan mendorong agar potensi masyarakat dapat berkembang. Inilah semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi bagian penting dalam pembinaan teritorial,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan pengolahan sampah plastik menjadi paving block dapat terus dikembangkan sebagai contoh sederhana bahwa persoalan lingkungan dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui kerja bersama.

“Kami mendorong kegiatan-kegiatan positif seperti ini terus dikembangkan. Dari lingkungan terkecil, masyarakat belajar membangun kemandirian dan gotong royong. Ketika masyarakat kuat dan wilayah memiliki ketahanan, maka pada saat yang sama kita ikut memperkuat pertahanan negara,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kodim 1406/Wajo menegaskan peran Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial yang hadir bersama masyarakat. Pengelolaan sampah menjadi salah satu ruang untuk membangun kepedulian lingkungan, gotong royong, dan kemandirian masyarakat.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.