Bupati Gowa Terus Didemo Dugaan Selingkuh, Pakar menilai Krisis Kepercayaan Kian Parah
3 min read
Fokus. Bupati Kabupaten Gowa Sitti Husniah Talenrang. (Foto: Diskominfo Gowa/Majesty.co.id)
Majesty.co.id, Gowa – Bupati Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sitti Husniah Talenrang menjadi sorotan publik usai mencuat skandal dugaan perselingkuhan hingga dugaan asusila.
Skandal yang menerpa Husniah Talenrang memicu gelombang protes dari kelompok masyarakat di Gowa.
Imbasnya, DPRD Gowa membahas skandal Husniah Talenrang ke dalam rapat dengar pendapat atau RDP terkait dugaan selingkuh itu pada Selasa (12/5/2026).
Selain isu hubungan dengan pria lain, kelompok masyarakat yang membawa masalah ini ke DPRD Gowa, juga mendesak pengusutan dugaan korupsi dan pencabutan beasiswa program doktor.
Bahkan, ada tuntutan agar DPRD menggulirkan panitia khusus atau Pansus hak angket untuk mengusut kasus Husniah Talenrang. Muaranya bisa mendongkel bekas Ketua PAN Sulsel itu dari kursi Bupati Gowa.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bosowa, Arief Wicaksono menilai, kasus yang menerpa Husniah Talenrang tak bisa dipandang sebelah mata.
Ia berpendapat, gelombang demonstrasi yang tak kunjung reda, mencerminkan adanya krisis kepercayaan sebagian masyarakat Gowa terhadap Husniah Talenrang.
“Ketika isu yang menyangkut perilaku personal pejabat publik memasuki ruang sosial apalagi sampai viral, itu menandakan ada defisit kepercayaan yang cukup dalam antara masyarakat dengan pemimpinnya,” kata Arief Wicaksono saat dihubungi di Kota Makassar, Selasa (12/5/2026).
Dalam tradisi demokrasi lokal, kata Arief Wicaksono, kepercayaan publik adalah modal mendasar untuk membangun tata kelola pemerintahan yang efektif.
Arief juga mengingatkan gelombang protes terharap Husniah Talenrang harus dibaca secara cermat, bukan sekadar unjuk rasa biasa. Apalagi, ada kelompok yang pro dan kontra.
“Kita perlu membedakan antara mana suara rakyat yang murni dan mana yang terstruktur secara politis,” tegas Arief Wicaksono.
Selain krisis kepercayaan, Arief menyoroti kemungkinan minimnya kreatifitas Husniah Talenrang dalam meredam gejolak sosial yang berimbas pada pemerintahan.
Menurutnya, ketika sebuah isu yang sejatinya bisa diselesaikan secara internal malah bocor ke publik, itu mengindikasikan kanal komunikasi politik tidak berfungsi dengan baik.

Terkait apakah gejolak ini menunjukkan lemahnya pemerintahan Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Arief menyebut terlalu dini untuk menyimpulkan demikian.
Yang pasti, aksi unjuk rasa yang sarat dengan tuntutan politis itu merupakan ujian bagi pemerintahan di Kabupaten Gowa.
“Yang bisa kita katakan adalah pemerintahan ini sedang menghadapi ujian legitimasi yang tidak ringan. Lemah atau kuatnya pemerintahan akan lebih terukur dari cara mereka merespons krisis ini, apakah dihadapi dengan transparan dan akuntabel, atau justru dengan penolakan dan manuver politik,” kata Arief.
Husniah Talenrang belum menyampaikan apapun kepada publik terkait dugaan skandal perselingkuhan yang menyasar dirinya itu.
Penulis: Suedi
