22/01/2026

Majesty.co.id

News and Value

Festival Daur Bumi, Benny “Bule Sampah” Ajak Terapkan Gaya Hidup Zero Waste

2 min read
Festival Daur Bumi Makassar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Benny yang dikenal sebagai “Bule Sampah”.
Sesi talkshow Festival Daur Bumi 2025 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Makassar di Gedung Manunggal M. Jusuf, Jumat (12/12/2025). (Foto: Majesty.co.id/Suedi)

Majesty.co.id, Makassar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar membuka Festival Daur Bumi 2025 di Gedung Manunggal M. Jusuf, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Desember 2025, dan dikemas dengan konsep ramah lingkungan.

Festival Daur Bumi Makassar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Benny yang dikenal sebagai “Bule Sampah”.

Pada hari pertama, Benny hadir di tengah pengunjung untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap bumi.

Dalam sesi talkshow, Benny menekankan bahwa kesadaran lingkungan dimulai dari tindakan sederhana yang bisa dilakukan setiap orang.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Benny mengingatkan bahwa produksi sampah terus meningkat, sehingga upaya menuju zero waste membutuhkan perubahan kebiasaan dari setiap orang.

“Kita mulai besok atau malam ini, kita mulai, menuju zero waste,” ujar Benny.

Dikenal aktif mengedukasi publik tentang pengelolaan sampah, Benny kembali menegaskan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan sebagai langkah nyata melindungi bumi.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan bahwa Festival Daur Bumi bukan hanya ajang kreativitas daur ulang, tetapi bagian dari upaya menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

“Festival Daur Bumi 2025 ini bukan sekadar perayaan kreativitas dalam mendaur ulang sampah. Ini adalah bagian penting dari perjalanan besar kita menuju Makassar Bebas Sampah 2029,” kata Appi.

Ia menegaskan komitmen Makassar sebagai Ibu Kota Provinsi Sulsel untuk menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Menurut Appi, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.

Diperlukan kolaborasi, edukasi, dan kebiasaan baru dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mendaur ulang dan memilah sampah sebelum dibuang.

“Mereka membuktikan bahwa sampah bukan lagi masalah, tetapi peluang inovasi, peluang menumbuhkan ekonomi sirkular, dan peluang membangun budaya baru. Budaya memilah, mendaur, dan bijak menggunakan barang,” pungkasnya.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.