13/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

Pemkot Makassar Kerahkan 5 ribu Agen Perlinsos Digital

4 min read
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan progres pendataan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Petugas Dinsos Makassar mendata warga penerima Perlindungan Sosial Digital. (Foto: Humas Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial terus mempercepat pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan sosial lebih akurat, terpadu, dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan progres pendataan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data per 11 Agustus 2026, sebanyak 50.088 Kepala Keluarga (KK) telah berhasil didata atau sekitar 11,41 persen dari total sasaran sebanyak 70 persen.

“Progres Perlinsos sudah mengalami peningkatan signifikan. Agen turun ke lapangan per kecamatan. Agen kita semuanya ASN dari berbagai SKPD yang ada di kecamatan,” ujar Andi Bukti, Rabu (12/8/2026).

Makassar merupakan salah satu dari 48 daerah yang ditunjuk sebagai pilot project atau percontohan nasional dalam digitalisasi perlindungan sosial.

Pemkot Makassar terus mendorong percepatan pendataan agar mampu melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Andi Bukti menjelaskan, capaian tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan pekan pertama pelaksanaan pendataan pada awal Agustus. Saat itu, Makassar masih berada di posisi lima besar terbawah dengan progres sekitar 0,1 persen atau baru sekitar 1.000 KK.

Setelah dilakukan evaluasi dan pengerahan agen dari sejumlah perangkat daerah, progres pendataan meningkat hingga menempatkan Makassar di posisi tengah dari daerah yang mengikuti uji coba tersebut.

“Data itu per tanggal 11 kemarin, dan ini masih ada pendataan yang berjalan dan datanya belum masuk. Ini sudah menjadi progres yang menggembirakan,” jelasnya.

Target 70 Persen Sebelum Akhir Agustus

Andi Bukti mengungkapkan, pemerintah pusat menetapkan target pendataan dalam tahap uji coba sekitar 40 hingga 60 persen.

Namun, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta capaian di Makassar dapat melampaui target tersebut.

Pemkot Makassar menargetkan pendataan mencapai 70 persen sebelum 31 Agustus 2026.

“Target dari pusat sebenarnya 40 persen sampai 50 persen. Tapi Pak Wali Kota minta target kita di Makassar 70 persen,” katanya.

Untuk mengejar target tersebut, Dinas Sosial mengerahkan sekitar 5.000 Agen Perlinsos yang berasal dari ASN berbagai SKPD.

Sekitar 2.000 agen telah diterjunkan pada tahap pendataan sebelumnya. Pengerahan dilakukan secara bertahap dengan membagi wilayah kerja berdasarkan kecamatan dan sesi pendataan.

“Yang baru turun kemarin sekitar 2.000 orang karena masih menyasar lima kecamatan secara bertahap. Besok dan seterusnya, akan mulai lagi lima kecamatan yang baru dengan agen berbeda dari SKPD lain yang belum bertugas,” ungkap Andi Bukti.

Pendataan lapangan dibagi ke dalam empat sesi. Setiap sesi berlangsung selama tiga hari kerja.

Pada tahap pertama, agen diterjunkan di Kecamatan Panakkukang, Tamalanrea, Ujung Pandang, Mariso, dan Manggala.

Tahap kedua menyasar Kecamatan Mamajang, Bontoala, Wajo, Tamalate, dan Sangkarrang.

Selanjutnya, pendataan akan menyasar kecamatan yang belum mendapatkan pendataan, di antaranya Biringkanaya, Tallo, Makassar, dan Ujung Tanah.

“Jadi ada empat sesi, masing-masing sesi mencakup beberapa kecamatan,” jelasnya.

Pola tersebut memungkinkan agen bergerak secara bergantian. Satu sesi berlangsung selama tiga hari, misalnya Senin, Selasa, dan Rabu, kemudian dilanjutkan sesi berikutnya pada Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 426.000 KK yang menjadi target pendataan Perlinsos Digital di Kota Makassar.

Andi Bukti menegaskan, percepatan pendataan bukan sekadar mengejar persentase, tetapi juga memastikan setiap warga sasaran benar-benar terdata sesuai kondisi sebenarnya.

“Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata, percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik,” tuturnya.

Libatkan RT/RW

Meski progres terus meningkat, Dinas Sosial masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya komitmen dan ketersediaan agen dari berbagai SKPD.

Kondisi tersebut membuat Dinas Sosial harus melakukan penyesuaian dan menutup kekurangan personel agar pendataan tetap berjalan.

“Kami di Dinsos yang harus turun tangan menutupinya. Itu salah satu kendala di lapangan,” tambahnya.

Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Dinas Sosial menyiapkan strategi lanjutan dengan melibatkan RT dan RW.

Setelah tugas agen dari SKPD selesai, RT/RW akan membantu menyisir warga yang belum masuk dalam pendataan.

“Setelah tugas teman-teman agen SKPD ini selesai, jika masih ada warga atau masyarakat yang belum terdata, kita akan menjadikan RT/RW sebagai agen. Merekalah yang nanti menyisir warga di wilayahnya yang belum terdata,” terangnya.

Keterlibatan RT/RW diharapkan dapat memperkuat validasi data hingga tingkat lingkungan sekaligus mengidentifikasi perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Perlinsos Digital juga menyediakan portal bagi masyarakat untuk melakukan pendaftaran dan pengaduan data secara lebih terintegrasi.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial, mengurangi potensi ketidaktepatan sasaran, serta mempermudah masyarakat melakukan pemutakhiran dan pengaduan apabila terdapat persoalan data.

Dengan capaian 50.088 KK hingga 11 Agustus, Dinas Sosial optimistis percepatan pendataan dapat terus dilakukan hingga akhir bulan.

“Target kita sekarang bagaimana terus menggenjot pendataan. Harapannya sebelum tanggal 31 Agustus bisa mencapai 70 persen,” pungkas Andi Bukti.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.