Proyek Jalur Dua Atue–Malili di Lutim Senilai Rp57 miliar Segera Dimulai
2 min read
Ruas Atue-Malili di Luwu Timur. (Ist)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi memulai tahapan pelaksanaan proyek lanjutan pembangunan jalur dua dari Bundaran Atue menuju Kota Malili.
Proyek infrastruktur senilai Rp57 miliar tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak pelaksana di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Luwu Timur, Rabu (8/7/2026).
Penandatanganan kontrak menjadi dasar dimulainya pekerjaan fisik pada proyek strategis daerah yang akan memperluas akses menuju ibu kota Kabupaten Luwu Timur.
Pekerjaan tahap kedua ini akan dikerjakan oleh PT Sinar Agung Jaya Lestari sebagai kontraktor pelaksana dengan pengawasan PT Arezmah Multi Konsultan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jalur Dua Ruas Tarengge–Malili, Hendro Prabowo, mengatakan, pembangunan tahun ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp57 miliar dengan panjang penanganan sekitar 2,7 kilometer, mulai dari Bundaran Atue hingga Gerbang Ussu.
Menurut Hendro, ruang lingkup pekerjaan tahap kedua berbeda dengan tahap sebelumnya.
Jika pada tahap pertama pemerintah lebih banyak menyelesaikan pekerjaan persiapan, seperti pembebasan lahan, pembangunan bundaran, saluran drainase, serta penyelesaian lahan masyarakat di luar daerah milik jalan (DMJ), maka pada tahun ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian konstruksi jalur dua beserta pengaspalan kedua sisi jalan yang dipisahkan median.
“Pekerjaan tahun ini langsung menyelesaikan konstruksi jalur dua beserta pengaspalannya sehingga ruas jalan dapat berfungsi sebagaimana yang direncanakan,” ujar Hendro.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menilai keberlanjutan pembangunan jalur dua tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jaringan jalan menuju pusat pemerintahan di Malili.
Infrastruktur itu juga diharapkan dapat memperlancar arus transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain meningkatkan konektivitas, jalur dua Atue–Malili dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan volume kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.
Kehadiran jalan yang lebih lebar diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan pengguna jalan.
Data Satuan Lalu Lintas Polres Luwu Timur menunjukkan ruas Atue–Malili masih menjadi salah satu jalur dengan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi.
Kondisi jalan yang relatif sempit dinilai tidak lagi sebanding dengan tingginya mobilitas kendaraan menuju dan keluar dari Kota Malili.
Selama proses pelaksanaan, proyek strategis tersebut juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Luwu Timur sebagai bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan dapat diselesaikan tepat waktu.
Penulis: Huzein
