Buka Puasa Bersama di Gereja Katedral Makassar Tegaskan Tolenransi Beragama Bukan Slogan
2 min read
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid menyampaikan sambutan pada acar buka puasa bersama yang digelar Keuskupan Agung Makassar di Gereja Katedral, Senin (9/3/2026). (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar – Semangat toleransi di Sulawesi Selatan atau Sulsel kembali dipertegas melalui kegiatan doa dan buka puasa bersama lintas agama yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Makassar di Gereja Katedral Makassar, Senin (9/3/2026).
Buka puasa bersama Keuskupan Agung ini mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Merajut Persaudaraan Sejati untuk Indonesia Damai, Harmoni, dan Rukun.”
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid, beserta jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, serta pengurus FKUB Sulsel dan Kota Makassar.
Ali Yafid menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan bukti otentik bahwa kerukunan antarumat beragama di Sulsel bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Apa yang selama ini kita sampaikan tentang toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama, hari ini benar-benar bisa kita lihat buktinya. Apalagi di bulan Ramadan ini, kegiatan umat beragama berjalan berdampingan dengan penuh kebersamaan,” ujar Ali Yafid dalam keterangan tertulis.
Ia mengungkapkan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan saat ini berada pada angka 82,3, sebuah pencapaian yang berada di atas rata-rata nasional.
Ali Yafid menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga stabilitas harmoni tersebut.
“Kami bersyukur harmoni antarumat beragama di Sulawesi Selatan terus terjaga berkat dukungan para tokoh agama, organisasi keagamaan, dan seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Ali Yafid juga mengajak seluruh elemen warga untuk terus menghormati keberagaman sebagai sesama ciptaan Tuhan.
“Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang sama. Karena itu kita harus saling menghormati, saling menjaga, dan merawat kehidupan bersama,” tutup Ali Yafid.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Makassar, Fransiskus Nipa, menyambut hangat kehadiran para tokoh lintas agama dan menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Muslim.
Ia menilai momentum ini sangat krusial untuk memperkuat fondasi toleransi di Kota Makassar.
“Pertemuan seperti ini menjadi kesempatan yang indah untuk mempererat persaudaraan dan membangun semangat toleransi. Kita semua memiliki komitmen bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan indeks kerukunan serta toleransi di Sulawesi Selatan,” tutur Fransiskus Nipa.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan tersebut adalah manifestasi dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika, di mana keberagaman justru menjadi kekuatan utama untuk membangun persatuan bangsa yang lebih kokoh.
