03/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Roem Ulas Fitur Aplikasi Lontara Plus Makassar di Rakernas Apeksi

3 min read
Lontara Plus sebuah platform digital yang mengintegrasikan layanan pengaduan masyarakat dengan seluruh organisasi perangkat daerah.
Kepala Diskominfo Makassar Moh. Roem dalam forum Komdigi pada rangkaian Rakernas APEKSI 2026. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Maksssar – Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam bidang transformasi digital dan pelayanan publik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, dipercaya menjadi narasumber pada Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (1/7/2026).

Di hadapan kepala dinas komunikasi dan informatika serta delegasi pemerintah kota se-Indonesia, Roem memaparkan inovasi Lontara Plus (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar).

Lontara Plus sebuah platform digital yang mengintegrasikan layanan pengaduan masyarakat dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Pada forum ini saya memaparkan tentang Lontara Plus. Saya berbagi pengalaman mengenai bagaimana program ini berjalan di Kota Makassar,” kata Roem.

“Sehingga masyarakat kini lebih mudah menyampaikan pengaduan dan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait,” sambungnya.

Roem menjelaskan, LONTARA Plus merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham pada 2025.

Menurutnya, kehadiran platform tersebut menjadi bagian dari transformasi digital yang bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.

“Dengan platform ini, kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik menjadi semakin dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

“Warga memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai layanan publik hanya melalui satu aplikasi,” lanjut Roem.

Ia menambahkan, Lontara Plus merupakan satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses.

Dalam paparannya, Roem mengungkapkan bahwa setiap bulan ribuan aduan masyarakat masuk melalui aplikasi tersebut dan langsung diteruskan kepada OPD terkait untuk ditindaklanjuti.

“Setiap aduan laporan akan ditindaklanjuti, seluruh OPD bergerak bersama sehingga masyarakat dapat menerima pelayanan publik secara cepat, tepat, dan efektif,” ungkapnya.

Aduan yang diterima mencakup berbagai persoalan, mulai dari jalan rusak, lampu lorong padam, air bersih, persampahan, drainase, pohon tumbang, gangguan ketertiban, hingga persoalan sosial lainnya.

Menurut Roem, keberhasilan implementasi Lontara Plus tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang responsif.

“Keberhasilan program ini tidak lepas dari kepemimpinan Bapak Wali Kota yang memiliki komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” beber Roem.

Ia juga menjelaskan bahwa aplikasi Lontara Plus dapat diakses secara gratis selama 24 jam setiap hari.

Melalui sistem yang terintegrasi, masyarakat dapat memantau proses penyelesaian laporan sehingga pelayanan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta Forum Komdigi.

Sejumlah kepala dinas Kominfo dari berbagai kota anggota APEKSI mengajukan pertanyaan terkait strategi Pemerintah Kota Makassar dalam membangun koordinasi lintas OPD dan memastikan setiap pengaduan masyarakat dapat ditangani secara cepat.

“Banyak yang bertanya mengenai pola koordinasi antar-OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga bagaimana komitmen pimpinan daerah dibangun agar seluruh perangkat daerah memiliki semangat yang sama dalam menjalankan transformasi digital,” ungkapnya.

Roem mengatakan, sejumlah pemerintah kota bahkan menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung ke Makassar guna mempelajari secara langsung penerapan Lontara Plus sebagai salah satu praktik baik pelayanan publik berbasis digital.

“Kami, Kota Makassar siap berbagi pengalaman agar inovasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi daerah lain,” tutupnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.