Pesan Appi: Kita Awali Kerja 2026 dengan Semangat Kolaborasi
3 min read
Dari kiri ke kanan: Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham sebelum mengikuti zikir dan doa bersama di Lapangan Karebosi, Rabu (31/12/2025). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar Zikir dan Doa Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan pembangunan selama tahun 2025 di Lapangan Karebosi, Rabu malam (31/12/2025).
Zikir dan doa tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham.
Turut hadir mantan Wali Kota Makassar periode 2004-2014, Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar Anre Gurutta K.H. Baharuddin, unsur Forkopimda Kota Makassar, para asisten dan staf ahli, kepala SKPD, camat, pimpinan Perusda, serta tokoh agama.
Appi pada kesempatam ini, mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri, baik secara pribadi maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Malam ini kita bersama-sama memanjatkan doa dan zikir kepada Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan rezeki yang telah diberikan kepada kita selama tahun 2025. Ini juga menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan apa yang telah kita lakukan dan apa yang harus kita perbaiki ke depan,” ujar Appi.
Appi menyebut bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar telah mencatat berbagai capaian pembangunan, namun masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, khususnya dalam penanganan persoalan sosial dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Apa yang kita lalui di 2025 harus menjadi bahan koreksi. Masih ada persoalan sosial yang belum tuntas dan kinerja pemerintahan yang perlu ditingkatkan, meskipun kita juga mencatat kemajuan di berbagai sektor,” ujar Appi.
Ia menekankan bahwa tahun 2026 harus dimulai dengan pendekatan kerja yang lebih kolaboratif, terintegrasi dan berorientasi pada hasil nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan secara sektoral atau individual, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh perangkat daerah.
“Kita ini berada dalam satu perahu besar. Arah tujuan harus sama, kompasnya jelas dan semua bergerak bersama. Tanpa kolaborasi, beban pembangunan akan terasa berat,” tegasnya.
Appi ini juga menyoroti ekspektasi publik terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, responsif dan tepat sasaran.
Appi meminta seluruh SKPD, camat, hingga unit pelayanan teknis untuk memperkuat koordinasi dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain aspek teknokratis, Appi juga mengingatkan bahwa pembangunan Kota Makassar harus berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual dan sosial, demi menjaga stabilitas dan ketenteraman kota.
“Makassar harus menjadi kota yang aman, damai, dan bermanfaat bagi warganya. Pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan moral dan kepedulian sosial,” katanya.
Appi mengingatkan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase krusial dengan banyak target dan tantangan yang harus diselesaikan.
Namun, ia optimistis seluruh persoalan dapat diatasi jika dijalankan dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor.
Dalam momen tersebut Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum akhir tahun sebagai ruang refleksi dan penguatan spiritual demi keberkahan Kota Makassar ke depan.
“Zikir dan doa ini menjadi ikhtiar batin bagi kita semua untuk bermuhasabah, mensyukuri setiap perjalanan, serta memohon agar Kota Makassar senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan perlindungan Allah SWT di tahun-tahun mendatang.” ujarnya.
