Appi di Bawah Langit Biru Sulsel: Antara Kenangan dan Harapan
3 min read
Ilustrasi Opini “Appi di Bawah Langit Biru Sulsel: Antara Kenangan dan Harapan”. (Foto: Majesty.co.id/Ist)
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) tinggal selangkah menjadi Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Appi tinggal menunggu waktu untuk mempertegas dirinya sebagai driver Mercy Biru.
Jalan politik Appi bersama partai berlambang bintang Mercy dimulai pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Di sebuah hotel berbintang, politikus 51 tahun itu menandaskan takdir politiknya yang baru: hengkang dari Partai Golkar ke Demokrat.
Pilihan “Pak Wali” untuk hijrah memang mengejutkan. Mungkin saja menyisakan kesedihan bagi sebagian kader Golkar. Tentu saja disayangkan.
Disayangkan sebab Appi berhasil kembali membawa Golkar sebagai pemenang Pilkada Kota Makassar 2024 setelah bertahun-tahun.
Belum lagi warisannya mengamankan kursi pimpinan DPRD untuk Golkar. Legacy itu sepatutnya menunjukkan kualitas Appi dalam politik elektoral.
Namun, Demokrat sejatinya bukan rumah yang sepenuhnya asing bagi Appi. Pada Pilkada Makassar 2024, partai berlambang mercy itu merupakan bagian dari koalisi pengusung pasangan dengan tagline MULIA.
Jika kedua kondisi tersebut dipadukan, perpindahan Appi menghadirkan dua sisi sekaligus: kenangan dan harapan. Kenangannya tertinggal di Golkar, sementara harapannya kini berlabuh di Demokrat.
Meninggalkan Golkar tentu bukan perkara sederhana. Banyak kisah yang tersimpan dalam hati dan ingatan para kader, khususnya di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.
Di sisi lain, perjalanan Appi bersama Golkar juga tidak selalu berlangsung nyaman. Ia sempat memulai pertarungan memperebutkan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel sebelum akhirnya memilih pamit secara baik-baik dari partai tersebut.
Sikap itu mengingatkan pada sebuah pesan kebijaksanaan yang dikaitkan dengan Sun Tzu, bahwa pemimpin yang bijak memimpin melalui keteladanan, bukan dendam.
Begitu pula pesan pejuang Revolusi Islam Iran, Ali Syariati, tentang pentingnya terus berbuat kebajikan meskipun kebaikan yang diberikan kerap dilupakan orang lain. Berikan yang terbaik kepada dunia, sekalipun itu belum dianggap cukup.
Kini, perjalanan Appi bersama Golkar menjadi bagian dari sejarah yang dapat dijadikan bekal untuk membuktikan kapasitas politiknya di Demokrat Sulsel.
Meski berpeluang melenggang tanpa lawan dan mendapat restu dari pengurus pusat, kondisi tersebut tentu tidak boleh membuat Appi jumawa. Sebab, pertarungan sesungguhnya justru dimulai apabila ia benar-benar dipercaya memimpin Demokrat Sulsel.
Tantangan terbesarnya adalah meningkatkan perolehan suara dan kursi Demokrat di seluruh tingkatan, baik DPRD kabupaten/kota maupun DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada akhirnya, semua bermuara pada sejauh mana Appi mampu menjadi lokomotif baru kepemimpinan Demokrat di Sulsel. Kehadirannya diharapkan bukan sekadar membawa perubahan figur, tetapi juga mengembalikan Demokrat sebagai salah satu kekuatan politik daerah yang mampu memberikan kontribusi suara signifikan di tingkat nasional.
Modal Demokrat untuk mencapai tujuan tersebut sejatinya cukup besar. Partai ini memiliki 44 anggota DPR RI dan dipimpin seorang ketua umum yang juga menjabat sebagai menteri. Kekuatan politik itu semakin lengkap dengan kehadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang hingga kini terus membersamai perjalanan Demokrat.
Dengan modal tersebut, harapan yang kini berlabuh di bawah langit biru Sulawesi Selatan menjadi tantangan yang harus dijawab Appi melalui kerja dan pembuktian politik. Sebab, keberhasilan seorang pemimpin partai tidak cukup diukur dari kemampuannya memperoleh jabatan, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu membesarkan partai yang dipimpinnya.
Penulis: Dr. Syamsul Bahri., M. Si, Dosen STAI DDI Makassar
*) Semua isi opini ini di luar tanggungjawab redaksi Majesty.co.id
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.


