08/10/2026

Majesty.co.id

News and Value

Masalah Komitmen, Tim Rezza dan 100 Pengembang Nyatakan Tak Hadiri Musda REI Sulsel Hari Ini

4 min read
Wakil Ketua DPD REI Sulsel Rezza Pratama Said bersama lebih dari 100 perusahaan pengembang anggota REI Sulsel menyatakan tidak akan menghadiri dan mengikuti pelaksanaan Musda.
Rezza Pratama Said dan Haji Badris Salam dalam pertemuan menjelang Musda REI Sulsel. (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Makassar — Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan 2026 di Kota Makassar pada Rabu (7/10/2026) hari ini kembali memanas.

Wakil Ketua DPD REI Sulsel Rezza Pratama Said bersama lebih dari 100 perusahaan pengembang anggota REI Sulsel menyatakan tidak akan menghadiri dan mengikuti pelaksanaan Musda.

Keputusan tersebut diambil setelah Tim Rezza bersama para pemilik suara pendukung menggelar rapat evaluasi.

Advertisement
DPRD Sulsel

Sikap itu disampaikan Master Campaign Tim Rezza Pratama Said, Mustajab Mudji Djurumiah, di Mercure Hotel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (6/10/2026) malam.

Menurut Mustajab, keputusan tersebut merupakan sikap kolektif setelah pihaknya mengevaluasi perkembangan kesepahaman yang dibangun sebelum Musda.

Ia mengatakan sebelumnya telah dilakukan sejumlah pertemuan untuk menjaga keutuhan organisasi REI Sulsel.

Salah satunya pertemuan Rezza dengan Ketua Dewan Kehormatan DPD REI Sulsel, Andi Idris Manggabarani, pada 24 September 2026.

Sehari kemudian, pertemuan kembali digelar dengan fasilitasi Sekretaris Jenderal DPP REI Raymond Ardan Arfandy. Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP REI H.M Arief Mone dan Haji Badris Salam selaku bakal calon Ketua REI Sulsel.

Mustajab mengatakan dalam pertemuan tersebut, dicapai kesepahaman bahwa Rezza tidak melanjutkan proses pendaftaran sebagai calon Ketua DPD REI Sulsel.

Sebagai bagian dari kesepahaman, unsur Tim Rezza disebut akan mendapat ruang dalam kepengurusan berikutnya, termasuk posisi sekretaris dan keterlibatan anggota tim dalam struktur organisasi yang bakal dipimpin Haji Badris.

“Rezza sudah menunaikan seluruh bagiannya dengan tidak mengembalikan formulir pendaftaran serta menyampaikan pernyataan terbuka yang menempatkan persatuan organisasi di atas kepentingan kontestasi,” kata Mustajab dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Atas kesepahaman tersebut, Rezza kemudian tidak mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan.

Namun, Tim Rezza menyebut kesepahaman itu kemudian tidak berjalan sebagaimana yang disepakati.

Mustajab mengatakan pada Sabtu (3/10/2026), Haji Badris Salam menyampaikan bahwa komitmen yang sebelumnya disepakati tidak dapat diwujudkan.

Hal tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi Tim Rezza bersama para pemilik suara pendukung. Pada Senin (5/10/2026), mereka memutuskan tidak mengikuti Musda XV DPD REI Sulsel 2026.

“Setelah dilakukan evaluasi, Tim Rezza bersama para pemilik suara pendukung secara kolektif memutuskan untuk tidak mengikuti pelaksanaan Musda REI Sulawesi Selatan 2026,” ungkapnya.

Mustajab menilai perubahan kesepahaman tersebut menjadi persoalan karena sebelumnya menjadi dasar keputusan Rezza untuk tidak melanjutkan pencalonan.

“Bagi kami, persoalan ini bukan semata soal kontestasi Ketua REI Sulsel. Ada komitmen yang menjadi dasar bagi Rezza untuk mengambil keputusan tidak melanjutkan proses pencalonan,” ujarnya.

Ia juga menilai seorang calon pemimpin organisasi harus mampu menjaga komitmen yang telah dibuat.

“Kepemimpinan berdiri di atas kata yang ditepati. Ketika kata tidak lagi dapat dipegang, integritas kepemimpinan itu sendiri patut dipertanyakan,” kata dia.

Menurut Mustajab, kesepahaman tersebut difasilitasi dan disaksikan pimpinan DPP REI. Karena itu, pihaknya menilai persoalan tersebut juga berkaitan dengan penghormatan terhadap proses organisasi.

“Kesepahaman tersebut difasilitasi dan disaksikan langsung oleh pimpinan DPP REI. Karena itu, bagi kami persoalan ini juga berkaitan dengan marwah organisasi dan bagaimana komitmen yang dibangun di tingkat organisasi dihargai,” ujar Mustajab.

Tim Rezza kemudian menilai pelaksanaan Musda dalam kondisi tersebut tidak lagi mencerminkan semangat musyawarah, kebersamaan, dan kepercayaan yang menurut mereka menjadi fondasi organisasi.

Meski memilih tidak hadir, mereka menyatakan tetap menghormati seluruh anggota REI Sulsel dan mekanisme organisasi.

“Kami tetap menghormati seluruh anggota dan mekanisme organisasi. Sikap ini kami ambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesepahaman yang sebelumnya menjadi dasar keputusan kami,” ungkapnya.

Mustajab menegaskan perjuangan untuk menghadirkan REI Sulsel yang bersatu, profesional, transparan, dan berintegritas akan tetap dilanjutkan meski Tim Rezza memilih tidak mengikuti Musda.

“Perjuangan menghadirkan REI Sulawesi Selatan yang bersatu, profesional, transparan, dan berintegritas akan terus kami lanjutkan melalui ruang-ruang pengabdian lainnya,” jelasnya.

Haji Badris Salam belum dapat dikonfirmasi perihal tidak memenuhi kesepahaman dengan Rezza Pratama Said.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.