Realisasi APBD 2026 Luwu Timur Tembus 63,97 Persen, Tertinggi di Luwu Raya
2 min read
Data realisasi APBD 2026 Luwu Timur. (Majesty.co.id/Huzein)
Majesty.co.id, Luwu Timur — Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Luwu Timur hingga 8 September 2026 tercatat mencapai 63,97 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga daerah lain di kawasan Luwu Raya.
Hal itu berdasarkan Data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) yang terintegrasi dengan SIPD dikutip pada Selasa (8/9/2026).
Data itu menunjukkan, realisasi pendapatan Luwu Timur berada jauh di atas Kabupaten Luwu, Luwu Utara, maupun Kota Palopo.
Di posisi berikutnya, Kota Palopo mencatat realisasi pendapatan sebesar 54,25 persen, disusul Luwu Utara 54,17 persen dan Kabupaten Luwu sebesar 41,36 persen.
Jika dibandingkan, capaian Luwu Timur terpaut 9,72 poin persentase dari Palopo, 9,80 poin dari Luwu Utara, dan 22,61 poin dari Kabupaten Luwu.
Pendapatan Lebih Tinggi dari Belanja
Meski mencatat realisasi pendapatan tertinggi, penyerapan belanja daerah Luwu Timur hingga periode yang sama berada di angka 53 persen.
Artinya, terdapat selisih sekitar 10,97 poin persentase antara realisasi pendapatan dan belanja.
Kondisi tersebut menunjukkan penerimaan daerah bergerak lebih cepat dibandingkan penyerapan anggaran belanja.
Sebagai perbandingan, realisasi belanja Kota Palopo mencapai 54,93 persen, Luwu Utara 53,44 persen, dan Kabupaten Luwu sebesar 38 persen.
Percepatan Belanja Jadi Tantangan
Memasuki triwulan terakhir 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur masih memiliki pekerjaan untuk mempercepat realisasi belanja, terutama pada program prioritas yang ditargetkan rampung hingga akhir tahun anggaran.
Percepatan tersebut tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kualitas pelaksanaan program serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Capaian pendapatan 63,97 persen menjadi modal bagi Pemkab Luwu Timur untuk menjaga kinerja penerimaan sekaligus mendorong optimalisasi belanja.
Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan APBD tidak hanya dilihat dari tingginya persentase realisasi, tetapi juga dari sejauh mana anggaran tersebut memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
Penulis: Huzein
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.

