DPRD Sulsel Kumpulkan Kontraktor Proyek Jalan Multiyears Rp2,5 Triliun
4 min read
Rapat kerja Komisi D DPRD Sulsel bersama kontraktor proyek Multiyears Contract dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel di Makassar, Kamis (1/10/2026). (Foto: Humas Sekretariat DPRD Sulsel)
Majesty.co.id, Makassar — DPRD Sulawesi Selatan mengumpulkan para kontraktor pemenang tender proyek multiyears preservasi jalan tahun 2025–2027 dalam rapat kerja Komisi D di Makassar, Kamis (1/10/2026).
Rapat tersebut membahas Program Multiyears Project paket 1-6 dengan menghadirkan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel serta para kontraktor pelaksana proyek.
Proyek MYP paket 1-6 menyasar 85 ruas jalan sepanjang 1.000 Km yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.
Proyek pengaspalan dan betonisasi itu dianggarkan senilai total Rp2,5 triliun pakai APBD untuk tahun 2025 sampai 2027.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengatakan rapat dengan kontraktor membahas komposisi pekerjaan pada masing-masing paket, terutama volume pekerjaan aspal dan beton.
“Kami akan menelaah satu per satu setiap paket pekerjaan. Kami akan melihat berapa banyak pekerjaan aspal dan berapa banyak pekerjaan beton dalam setiap paket, sehingga kami bisa mengetahui kondisi masing-masing pekerjaan,” ujarnya.
Harga Aspal Naik hingga 70 Persen
Kadir mengatakan kenaikan harga aspal hingga 70 persen dan BBM industri hingga 100 persen menjadi perhatian Komisi D dalam pelaksanaan proyek multiyears.
Komisi D, kata dia, telah berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI terkait kemungkinan penerapan eskalasi harga pada proyek tersebut.
Namun, hasil konsultasi menunjukkan eskalasi harga belum dapat diterapkan karena pemerintah pusat harus terlebih dahulu menetapkan kondisi keadaan kahar (force majeure).
“Sampai sekarang memang belum ada eskalasi harga karena pemerintah pusat harus menetapkan terlebih dahulu adanya keadaan kahar (force majeure). Persoalan keadaan kahar ini cukup sulit, kecuali seperti saat pandemi COVID-19 kemarin yang memang sangat memaksa sehingga pemerintah harus menetapkan keadaan kahar,” kata Kadir.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan belum adanya eskalasi harga pada proyek multiyears jalan.
Karena itu, Komisi D akan menelaah setiap paket pekerjaan secara satu per satu. Untuk sementara, pekerjaan aspal ditunda, sedangkan pekerjaan yang masih memungkinkan dapat dilanjutkan menggunakan metode rigid pavement atau beton.
Jika terdapat perubahan metode pekerjaan dari aspal menjadi beton, Komisi D meminta kontraktor mengusulkannya kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi untuk dikaji.
“Kalau ada perubahan pekerjaan dari aspal ke rigid, kami meminta kontraktor mengusulkan perubahan tersebut kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi untuk dipertimbangkan. Minimal harus ada adendum kontrak terkait perubahan pekerjaan tersebut,” jelasnya.
Dorong Proyek Tetap Berjalan
Kadir menilai perubahan metode pekerjaan dari aspal ke beton dapat menjadi salah satu solusi agar kenaikan harga material tidak menghentikan proyek multiyears.
“Salah satu solusinya adalah perubahan pekerjaan dari aspal menjadi pekerjaan beton atau rigid. Itu salah satu solusi supaya pekerjaan jangan berhenti,” katanya.
“Pekerjaan jangan berhenti karena ini merupakan salah satu program strategis Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur. Sekarang masyarakat juga sudah mulai menikmati hasil pekerjaan yang telah selesai,” lanjutnya.
Selain membahas kendala kenaikan harga material, Komisi D menerima berbagai laporan masyarakat mengenai pelaksanaan proyek multiyears di lapangan.
Kadir mengapresiasi masyarakat yang aktif menyampaikan laporan terkait pekerjaan jalan, termasuk pekerjaan yang mengalami kerusakan meski belum sepenuhnya rampung.
“Saya atas nama Komisi D juga berterima kasih kepada masyarakat. Banyak sekali laporan yang masuk kepada kami terkait pekerjaan-pekerjaan di lapangan,” katanya.
Menurut Kadir, Komisi D juga menemukan sejumlah persoalan di beberapa lokasi saat melakukan pemantauan, termasuk pada Paket 2 dan Paket 5.
“Ada laporan mengenai pekerjaan yang mengalami kerusakan, termasuk pekerjaan yang belum selesai tetapi sudah mengalami kerusakan. Teman-teman juga tadi menemukan beberapa persoalan di sejumlah lokasi, baik pada Paket 2 maupun Paket 5,” jelasnya.
Karena itu, Kadir berharap masyarakat terus ikut mengawasi pelaksanaan proyek multiyears untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan kualitas yang ditetapkan.
“Saya berharap pengawasan seperti ini terus dilakukan oleh masyarakat. Dengan begitu, pekerjaan jalan ini betul-betul bisa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Pak Gubernur dan kita semua,” tutupnya.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
